Tolong! Harta Karun Purbakala RI Terancam Hilang Disapu Karhutla

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Harta karun prasejarah Indonesia berusia puluhan ribu tahun kini terancam rusak akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Panas dan asap kebakaran mengancam lukisan gua di kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, yang menjadi salah satu karya seni tertua yang pernah ditemukan manusia.

Arkeolog dari Griffith University Australia Basran Burhan memperingatkan, panas dapat merusak lukisan meski api tidak menyentuh gua secara langsung.

"Dampak pertama dan yang paling merusak adalah panas. Meskipun api tidak menyentuh langsung lukisan-lukisan tersebut, panas dapat merusaknya karena mengubah suhu di sekitar lukisan dan mempercepat proses korosi," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (24/10/2026).

Ancaman lainnya datang dari asap kebakaran yang menghasilkan jelaga dan dapat menutupi permukaan lukisan.

"Asap itu membentuk jelaga yang menutupi lukisan-lukisan tersebut, sehingga lukisan-lukisan itu menjadi kabur dan sulit dikenali," kata Burhan.

Lukisan di Maros-Pangkep tersebut menggambarkan sosok menyerupai manusia yang berinteraksi dengan seekor babi. Peneliti Griffith University memperkirakan usianya setidaknya 51.200 tahun, menjadikannya salah satu bukti penting mengenai perkembangan seni dan kemampuan bercerita manusia pada masa prasejarah.

Temuan prasejarah lain juga ditemukan di Pulau Muna, dekat Sulawesi, berupa cetakan tangan berwarna kemerahan yang diperkirakan berusia sedikitnya 67.800 tahun. Usia kedua temuan tersebut menjadikan kawasan Sulawesi sebagai salah satu lokasi penting dalam penelitian mengenai sejarah awal seni manusia.

Baca: Kebakaran Lahan Menjadi-jadi, Gunung-Gunung RI Ikut Hangus Terbakar
Sebuah lukisan cadas di sebuah gua di Maros-Pangkep, provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia, 12 Oktober 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional/Dokumentasi melalui REUTERS Foto: via REUTERS/National Research and Innovation

Ancaman karhutla kini menjangkau kawasan karst yang menyimpan peninggalan tersebut. Petugas pemadam kebakaran Muhammad Ikfar mengatakan api sempat berkobar selama lebih dari sepekan pada awal Oktober, dengan titik kebakaran terdekat berjarak sekitar 800 meter dari gua. Menurutnya, lebih dari 270 hektare lahan di taman nasional itu terbakar sepanjang 30 September hingga 18 Oktober.

Kebakaran terjadi ketika Indonesia menghadapi musim kering yang diperburuk fenomena El Nino, yang meningkatkan suhu dan mengurangi curah hujan. Sumatra dan Kalimantan menjadi wilayah yang paling terdampak, tetapi api juga menjalar ke Sulawesi Selatan, termasuk kawasan taman nasional yang dikenal memiliki bentang alam karst dan situs prasejarah.

Ikfar mengatakan petugas masih berupaya memadamkan kebakaran di bagian lain taman nasional pada Kamis (22/10/2026) dan Jumat. Kondisi lahan yang kering serta belum turunnya hujan membuat risiko kebakaran tetap menjadi perhatian, sementara panas dan asap dapat terus mengancam peninggalan purbakala meski api tidak mencapai gua.

Burhan memperingatkan bahwa tanpa langkah penanganan yang cepat, Indonesia berisiko kehilangan bukti penting sejarah manusia.

"Jika kita tidak segera bertindak, jika tidak ada upaya mitigasi taktis untuk menangani kejadian ini, kita akan kehilangan salah satu bukti sejarah manusia yang paling menakjubkan di Maros-Pangkep. Dan itu sungguh sangat disayangkan," ujarnya.

Baca: RI Siaga 1 Efek Angin Timuran Tanpa Belokan Angin, Bye-Bye Awan Hujan?
Seorang peneliti menunjuk ke arah lukisan batu di dalam sebuah gua di Maros-Pangkep, provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia, 12 Oktober 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional/Dokumentasi melalui REUTERS Foto: via REUTERS/National Research and Innovation

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
SKK Mingas Beberkan Alasan Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura
• 3 jam lalu
0
thumb
PNM Gelar Madani Care Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
• 18 jam lalu
0
thumb
11.449 Hektare Karhutla di Jatim, Penyebabnya Dibakar hingga Kelalaian Manusia
• 3 jam lalu
0
thumb
5 Drakor Kim Ji Won dengan Rating Tinggi yang Bisa Ditonton di Netflix
• 21 jam lalu
0
thumb
333.470 Kasus ISPA Tercatat akibat Karhutla, 75.172 di Antaranya Balita
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.