New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat. Kenaikan harga minyak mentah Brent ke level tertinggi dalam enam bulan menekan pasar, meskipun saham-saham sektor teknologi mulai pulih setelah mengalami penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya.
Mengutip Xinhua, Sabtu, 24 Oktober 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 652,82 poin atau 1,23 persen ke level 52.215,16. Indeks S&P 500 melemah 39,75 poin atau 0,52 persen menjadi 7.623,68. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 53,52 poin atau 0,21 persen ke posisi 25.955,34.
Sektor energi menjadi yang berkinerja terbaik di antara sektor-sektor S&P 500 seiring kenaikan harga minyak mentah. Sebaliknya, sektor jasa komunikasi mencatatkan kinerja terburuk, tertekan penurunan saham-saham telekomunikasi.
Sebagian besar sektor lainnya juga berakhir di zona merah. Namun, saham teknologi berhasil bangkit dari penurunan tajam pada Kamis, yang disebut sebagai koreksi harian terdalam sejak Juni.
Adapun, harga minyak mentah melonjak di tengah kekhawatiran meningkatnya konflik di Timur Tengah. Kenaikan tersebut membawa harga Brent ke level tertinggi sejak akhir April. Pergerakan harga minyak dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap kemungkinan pecahnya kembali konflik di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak turut memengaruhi harga bahan bakar di AS. Menurut American Automobile Association (AAA), harga rata-rata bensin nasional AS mencapai USD4,29 per galon pada Jumat.
Baca Juga :
Nasdaq Anjlok 2,6%, Saham Teknologi AS Tertekan Kekhawatiran AIDari sisi korporasi, saham American Express turun 3,68 persen meskipun perusahaan melaporkan pendapatan kuartal III 2026 sebesar USD20,06 miliar, yang menjadi rekor pendapatan kuartalan.
Perusahaan kartu kredit tersebut menaikkan proyeksi laba yang disesuaikan untuk sepanjang tahun. Namun, American Express juga mengumumkan rencana pengurangan sekitar 5 persen dari total tenaga kerja globalnya.
Tekanan lebih besar terjadi pada saham-saham telekomunikasi setelah muncul laporan mengenai rencana SpaceX mencari lokasi menara seluler untuk membangun operator nirkabel nasional. Saham AT&T dan T-Mobile masing-masing turun sekitar 8 persen.
Sebaliknya, saham-saham produsen cip menunjukkan pemulihan. Saham Micron dan Advanced Micro Devices (AMD) menguat, sedangkan saham Meta Platforms mengakhiri pekan dengan penurunan hampir 1 persen.
(Ilustrasi. Foto: iStock)
Aktivitas bisnis AS masih ekspansif
Data ekonomi menunjukkan aktivitas bisnis AS masih berada dalam zona ekspansi pada Oktober 2026. Indeks manajer pembelian komposit (Purchasing Managers' Index/PMI) awal yang dirilis S&P Global turun menjadi 57,6 dari 58,4 pada September, yang merupakan level tertinggi dalam lima tahun.
Meski melemah, indeks tersebut masih berada di atas ambang 50 yang menandakan ekspansi aktivitas bisnis. Sementara itu, indeks pesanan baru meningkat menjadi 58,2, level tertinggi sejak Maret 2022.
Namun, tekanan harga menunjukkan peningkatan. Perusahaan menaikkan harga jual dengan laju tercepat sejak Agustus 2022, seiring penerusan kenaikan biaya energi kepada konsumen. Pertumbuhan lapangan kerja juga tercatat sebagai yang tercepat kedua dalam lebih dari empat tahun.
Indikator lain menunjukkan sentimen konsumen AS masih lemah. Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan bertahan di level 48 pada Oktober, terendah dalam lima bulan.
Pada periode yang sama, ekspektasi inflasi konsumen untuk satu tahun ke depan meningkat menjadi 4,7 persen. Adapun ekspektasi inflasi jangka panjang naik menjadi 3,5 persen.
Pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Menjelang pertemuan pada 27-28 Oktober 2026, bank sentral AS memasuki periode tenang sebelum pengumuman kebijakan.
Berdasarkan data CME FedWatch, sekitar 90 persen pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75–4 persen.





Komentar (0)