JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama seluruh jajaran mengikuti rapat penyampaian progres capaian kinerja Program 3 Juta Rumah, Jumat, 23 Oktoner 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian PKP menyampaikan bahwa pelaksanaan program perumahan selama dua tahun terakhir telah berjalan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Pemenuhan kebutuhan perumahan dilakukan melalui dua jalur, yakni program yang menggunakan APBN Kementerian PKP dan program di luar APBN Kementerian PKP yang melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perbankan, pengembang, serta berbagai mitra lainnya.
BACA JUGA:Kesehatan Merata dari Pelosok: Kemenkes Sulap RSUD Daerah dan Catat Rekor Baru Tekan Angka TB
Program melalui APBN Kementerian PKP meliputi Bedah Rumah, pembangunan rumah susun dan rumah khusus, penataan kawasan kumuh, serta bantuan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).
Sementara itu, dukungan di luar APBN Kementerian PKP mencakup program perumahan melalui APBN kementerian/lembaga dan APBD, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Kemudian Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), Kredit Program Perumahan (KPP), pembebasan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Hingga 15 Oktober 2026, total capaian pembangunan dan peningkatan kualitas rumah melalui kedua jalur tersebut mencapai 1.790.081 unit.
BACA JUGA:KLH Gandeng MUI Perkuat Gerakan Tobat Ekologis, Perusahaan Perusak Lingkungan Terancam Pidana
Jumlah itu terdiri atas 1.103.918 unit pembangunan rumah baru dan 686.163 unit perbaikan atau peningkatan kualitas rumah.
Dari program yang menggunakan APBN Kementerian PKP, capaian tercatat sebanyak 62.579 unit pada 2025 dan 236.300 unit pada 2026.
Sementara itu, capaian program di luar APBN Kementerian PKP mencapai 789.831 unit pada 2025 dan 701.371 unit pada 2026.
Dari sisi pelaksanaan anggaran, realisasi APBN Kementerian PKP per 23 Oktober 2026 mencapai 68,83 persen apabila dihitung tanpa tambahan anggaran belanja (ABT).
Sementara itu, apabila memperhitungkan ABT untuk pembangunan hunian tetap (huntap), realisasi tercatat sebesar 58,33 persen.
BACA JUGA:KPK Sudah Kirim Surat soal Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI di Korupsi BNPB, Apa Respons Panglima?
- 1
- 2
- 3
- »






Komentar (0)