Momen Kapolri Pimpin Langsung Pengungkapan 1,16 Ton Narkoba di Sumut

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto masih menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Suyudi saat konferensi pers pengungkapan kasus 1,16 ton narkoba jenis Ketamine di Pelabuhan Belawan, Kota Medan, pada Jumat (23/10).

"Saya selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia senang dan bahagia karena pada hari ini kita bersama-sama hadir di tengah-tengah para pimpinan daerah, Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pak Pangdam, Panglima Koopsudnas, para pimpinan pemangku pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta rekan-rekan media sekalian," kata Suyudi dalam jumpa pers pengungkapan, Jumat (23/10).

"Tentunya saya sangat berbahagia karena saya bisa berbicara kapasitas saya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia sekaligus sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia," sambungnya.

Hari ini Jenderal Suyudi memimpin rilis pengungkapan 1,16 ton narkotika jenis ketamin yang ditangkap di perairan Belawan, Sumut. Narkotika itu dibawa kapal tanker MT Global 168 berbendera Mongolia. Dalam penangkapan itu, 8 orang diamankan dengan rincian 7 WNI dan 1 WN Taiwan.

Pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Suyudi—yang masih menjabat Kepala BNN—sebagai Kapolri di Istana Negara.

Jenderal Suyudi menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Pergantian tersebut berdasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 96 dan 97 Polri Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri dan Wakapolri.

Kapolri: Sumut Peringkat Pertama Prevalensi Narkoba

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, Sumatera Utara menempati peringkat pertama berdasarkan angka prevalensi narkoba. Data tersebut, menurut Suyudi, merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kalau dilihat dari angka prevalensi, kita ada data dari BPS, BRIN, memang Sumatera Utara ini adalah daerah saat ini ya nomor 1. Tapi, jangan kecil hati, walaupun nomor 1 tapi pengungkapannya paling banyak," kata Suyudi saat konferensi pers di Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan, Medan, Jumat (23/10).

Gubernur Sumut Bobby Nasution juga hadir dalam acara itu.

Prevalensi adalah persentase atau proporsi jumlah populasi (penduduk) di suatu daerah yang menjadi pengguna atau pernah menyalahgunakan narkoba dalam jangka waktu tertentu.

Suyudi kembali menekankan bahwa data tersebut jangan membuat patah semangat.

"Jadi, jangan kita kecil hati dengan data, data biasa seperti itu. Tapi yang paling penting adalah langkah-langkah ya, langkah-langkah kita dalam menghadapi narkoba ini harus terus dari mulai hulunya," ucap Suyudi yang juga Kepala BNN ini.

Pada Februari 2026, BNN menetapkan Provinsi Sumut sebagai peringkat pertama dalam daftar pengguna narkoba dengan jumlah sekitar 1,5 juta jiwa.

Penetapan tersebut berdasarkan hasil survei BNN RI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pusat Statistik (BPS).

Apresiasi Gubernur Sumut soal Larang Vape

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi juga mengapresiasi Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution yang mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan vape atau rokok elektrik bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi.

"Terima kasih Pak Gubernur, Bobby, sudah mengeluarkan kebijakan untuk melarang total vape ya di lingkungan ASN, patut diapresiasi," ujar Suyudi.

Menurut Suyudi, Sumatera Utara menjadi salah satu pemerintah daerah yang mengeluarkan kebijakan pelarangan vape. Ia menilai vape berpotensi menjadi sarana penyalahgunaan narkotika, seiring perkembangan bentuk narkoba dari padat menjadi cair.

"Mungkin satu-satunya provinsi atau pemerintah daerah yang memproklamirkan, memberikan, mengeluarkan kebijakan melarang vape. Karena kita tahu vape adalah salah satu ya pintu masuk narkotika. Yang mana kita tahu evolusi perubahan narkotika dunia, termasuk di Indonesia dari yang bentuknya padat menjadi cair, dan pintu masuknya adalah vape," kata Suyudi.

Suyudi mengungkapkan, ia sebelumnya telah merekomendasikan pelarangan vape dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPR RI pada Mei 2026.

"Makanya kita ya, saya jikala rapat dengar pendapat di DPR RI di bulan Mei lalu, saya sudah menyampaikan dengan tegas, merekomendasikan untuk melarang total vape," kata Suyudi yang juga meminta MUI merilis fatwa haram vape.

Modus Kapal Malaysia Bawa 1,16 Ton Narkoba

Kapal tanker bernama MT Global 168 dari negara Malaysia berbendera Mongolia membawa 1,16 ton narkoba jenis Ketamine HCL di Perairan Selat Malaka. Kapal itu pakai berbagai cara untuk menyelundupkan barang haram.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa modus kapal tersebut menyelundupkan narkoba dengan cara mematikan sinyal pendeteksi kapal atau AIS (Automatic Identification System).

Tak hanya itu, para pelaku juga mengubah identitas kapalnya.

"Tim analis berkeyakinan bahwa kapal MT Global 168 sedang melakukan transaksi ship to ship (perpindahan muatan narkoba) di perairan Andaman. Hal ini tentunya dibuktikan dengan tindakan mereka mematikan AIS," ujar Suyudi, Jumat (23/10).

"Nah, inilah apa namanya, modus-modus para penyelundup itu selalu mematikan AIS ya pada saat mereka sedang transaksi. Nah, tapi ini jadi bagus juga buat kita, jadi bisa membaca anomali yang perlu kita ikuti," sambung Suyudi.

Suyudi mengatakan, modus para penyelundup narkoba juga melakukan pengubahan identitas pada kapalnya. Hal itu dilakukan agar mengelabui para petugas.

Kapal MT Global 168 itu sebelumnya bernama Tsurushio Maru Nomor 8 yang dimiliki oleh perusahaan PT. Makmur Marine Petroleum di Jalan Syed Mohammad Mufti, Bandar Johor Bahru, 80000 Johor Bahru, Johor, Malaysia.

"Nah, terkait dengan manajemen kapal, tim gabungan telah mengidentifikasi bahwa kapal ini terdaftar atas nama perusahaan pemilik atau registered owner yaitu Makmur Marine Petroleum. Jadi benderanya Mongolia, tapi kapalnya dari Malaysia. Kapal ini dibangun tahun 1993, tercatat masih statusnya aktif ya beroperasi dan sebelumnya pernah menggunakan nama Tsurushio Maru Nomor 8," ucap Suyudi.

"Inilah salah satu strategi para penyelundup, selalu mengubah-ubah nama kapal, selalu. Kita dari berbagai pengungkapan penangkapan kapal, itu selalu fenomena ini terjadi. Kapal itu diubah-ubah namanya untuk mengelabui petugas ya," imbuh Suyudi.

Suyudi menilai, modus kapal-kapal selalu melakukan transaksi di tengah laut. Ada penerima barang narkobanya dan juga ada pemberinya. Sehingga, itu menjadi tantangan bagi petugas untuk melakukan pencegahan.

"Modus para penyelundup itu seperti itu ya. Mereka datang dari beberapa negara ya, kadang dari wilayah-wilayah Laos dan sebagainya. Kemudian mengadakan transaksi di laut Andaman atau juga di Selat Malaka, ya dari ship to ship, dari kapal ke kapal. Ada kapal pembawa barang, ada penerima. Begitu habis, nanti diisi lagi, terus saja begitu," ucap Suyudi.

"Nah, ini tentunya butuh kejelian, kesabaran, keuletan kita semua ya, BNN, Polri, Bea Cukai, TNI, harus bahu-membahu. Kita jangan pernah lelah, sebagaimana diamanatkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia pada kesempatan-kesempatan beliau menyampaikan pidatonya. Kita harus selalu kuat, bersatu padu untuk bisa mengungkap kejahatan-kejahatan para pelaku yang ingin menyelundupkan barang-barang terlarang ke Indonesia. Dan ini tentunya menjadi kado terindah untuk 2 tahun pemerintahan Bapak Prabowo dan Pak Gibran," pungkas Suyudi.

Dalam kasus ini, sebanyak 1,16 ton narkoba jenis ketamine berhasil diamankan. Sebanyak 8 orang awak kapal yang terdiri dari 7 WNI dan 1 warga negara Taiwan juga ditangkap.

Ini Peran 8 Awak Kapal Malaysia yang Bawa 1,16 Ton Ketamine

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membeberkan peran delapan awak kapal MT Global 168 membawa 1,16 ton narkoba jenis ketamine di Perairan Selat Malaka.

Delapan orang awak kru kapal tersebut di antaranya merupakan tujuh warga negara Indonesia dan satu orang warga negara Taiwan.

Tujuh warga negara Indonesia itu berinisial YC, RS, JA, EAE, JMR, RF, DPB dan seorang warga negara Taiwan berinisial YCY.

Delapan orang itu memiliki perannya masing-masing dalam pengoperasian kapal tersebut yaitu:

- YC sebagai kapten.

- RS sebagai chief officer.

- JA sebagai chief engineer.

- EAE sebagai second engineer.

- JMR sebagai oiler.

- RF sebagai able seaman.

- DPB sebagai able seaman.

- YCY warga Taiwan sebagai able seaman.

"Dari hasil pemeriksaan, tim gabungan berhasil mengamankan 8 orang awal kapal, kru yang berada di atas kapal tersebut," kata Suyudi saat konferensi pers di Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan, Medan, Jumat (23/10).

Sementara itu, petugas berhasil mengamankan obat keras jenis ketamine HCL yang disimpan di dalam 58 karung dengan berat 1,16 ton.

Secara ekonomis, 1,16 ton narkoba jenis ketamine dengan total valuasi mencapai Rp 3,48 triliun.

"Dari segi ekonomis, dengan asumsi harga gelap saat ini adalah Rp 3 juta per gram, maka total valuasi barang bukti yang berhasil kita sita mencapai Rp 3,48 triliun," ujar Suyudi.

Dengan pencapaian itu, setidaknya menyelamatkan 5,8 juta jiwa generasi penerus bangsa.

Kemudian, dalam pencegahan kerugian negara dan masyarakat maka biaya asumsi rehabilitasi untuk para pengguna narkoba bisa mencegah biaya sebesar Rp 116 triliun.

"Dengan asumsi biaya rehabilitasi Rp 20 juta per orang selama 6 bulan, maka kita telah mencegah kerugian biaya rehabilitasi sebesar Rp 116 triliun," ujar Suyudi.

Suyudi menegaskan bahwa penyelamatan 5,8 juta jiwa generasi penerus bangsa menjadi bukti nya bahwa negara hadir dalam melindungi masyarakat.

"Angka-angka fantastis ini merupakan bukti nyata betapa besarnya daya rusak sindikat internasional terhadap ketahanan nasional kita. Penyelamatan 5,8 juta jiwa dan pencegahan kerugian hingga ratusan triliun menegaskan bahwa negara selalu hadir, tanggap dan tidak akan pernah kalah dalam melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman kejahatan internasional," tegas Suyudi.

Polri, BNN bersama Bea Cukai melakukan pengungkapan kasus peredaran narkoba Kapal MT Global 168 di Perairan Selat Malaka. Sebanyak 1,16 ton narkoba jenis Ketamine berhasil diamankan serta 8 orang awak kapal di antaranya 7 WNI dan 1 warga negara Taiwan.

Kapolri: Tak Ada Kompromi Bagi Pengkhianat dan Perusak Anak Bangsa

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa tidak ada kompromi bagi pengkhianat dan perusak anak bangsa. Hal itu disampaikannya saat pemaparan konferensi pers pengungkapan kasus 1,16 ton narkoba jenis Ketamine HCl di Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan, Medan, Jumat (23/10).

"Saya tegaskan, jangan harap ada celah sejengkal pun di bumi Indonesia. Dan kita tidak akan pernah memberikan ruang atau berkompromi bagi para pengkhianat kemanusiaan yang berani merusak masa depan anak-anak kita," tegas Suyudi.

Suyudi juga menegaskan, aparat penegak hukum di Indonesia menjadi garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari narkoba.

"Kami tegaskan kembali, segenap aparat penegak hukum Republik Indonesia akan terus berdiri menjadi garis terdepan dalam melindungi generasi muda daripada sindikat narkotika," ucap Suyudi.

Suyudi mengajak seluruh elemen-elemen masyarakat untuk bersatu dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman narkoba. Sebab, para sindikat narkoba akan selalu mencari celah untuk mengedarkan narkoba.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu meningkatkan kewaspadaan. Jangan pernah menganggap ancaman narkotika sebagai persoalan yang jauh dari kita," kata dia.

"Sindikat akan selalu mencari celah. Kecurigaan di lapangan dan kepedulian masyarakat adalah mata dan telinga yang menjadi bagian dari benteng pertahanan bangsa kita," pungkas Suyudi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Video: Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak
• 6 jam lalu
0
thumb
Identitas Mayat Perempuan di Pantai Krakal Gunungkidul Terungkap
• 23 jam lalu
0
thumb
Dari Medical Check-Up hingga Genomics, Eksplorasi Privilege Kesehatan Eksklusif dari BRI Private dan BRI Prioritas
• 15 jam lalu
0
thumb
BEI catat sembilan perusahaan antre IPO hingga Oktober 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
Kemarau Panjang, Dasar Waduk di Boyolali Berubah Jadi Lahan Pertanian | SAPA SIANG
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.