Kebakaran Lahan dan Hutan Landa Kawasan Seluas 31,68 Hektare di Kolaka, Upaya Pemadaman Masih Dilakukan

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kolaka, tvOnenews.com – Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) masih melanda wilayah seluas 31,68 hectare yang berada dalam Kawasan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Vale Indonesia di Puulemo dan Baula, tepatnya sekitar area Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Penanganan langsung masih dalam koordinasi intensif untuk tersedianya akses menuju titik kebakaran terus dilakukan oleh pihak terkait yang melibatkan tim Fire and Emergency Services (FES) Vale Indonesia bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Untuk kebakaran lahan di wilayah Baula, diperkirakan mencakup area sekitar 90 hektare yang berada di dalam wilayah IUPK dan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). 

Di tengah kondisi karhutla yang menantang, jajaran personel FES terus berjibaku mengendalikan api serta mencegah kebakaran meluas.

Tim bergerak dari satu titik ke titik lainnya dengan mengutamakan keselamatan personel dan berkoordinasi bersama BPBD dalam menentukan langkah penanganan di lapangan. Kondisi tersebut kini menjadi fokus utama dalam respons terpadu Vale Indonesia bersama pemerintah dan instansi terkait.

Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan pihaknya terus mengerahkan kemampuan dan sumber daya yang tersedia untuk mempercepat penanganan karhutla secara aman, terukur, dan terkoordinasi. 

“Tim FES Vale Indonesia terus bekerja bersama BPBD untuk menangani kebakaran di Puulemo. Pada saat yang sama, kami sedang mempersiapkan respons terhadap kebakaran di Baula, mulai dari pemetaan akses menuju lokasi, identifikasi sumber air terdekat, asesmen lapangan, hingga koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait,” ujar Rifai, dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Keterbatasan akses menuju lokasi menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla di Baula. Rifai menambahkan, Vale Indonesia tengah berkoordinasi dengan tim eksplorasi untuk mengidentifikasi jalur yang memungkinkan digunakan menuju titik kebakaran serta memetakan sumber air terdekat. 

Asesmen lapangan juga disiapkan untuk memperoleh visualisasi dan data aktual mengenai kondisi lokasi. Kegiatan tersebut akan melibatkan tim terkait dengan pendampingan personel FES Vale Indonesia. Hasil asesmen akan menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan yang paling efektif dan aman.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Luncurkan Teras Pelajar Sumut Berkah, Bobby Nasution Siapkan Ruang Kreativitas dan Pengembangan Bakat Siswa
• 4 jam lalu
0
thumb
Menkum Serahkan Data Kepemilikan Perusahaan Terduga Pelaku Karhutla ke Aparat
• 19 jam lalu
0
thumb
Viral Kecelakaan di Melawai, Sopir Takol Seret Ojol hingga Terkapar
• 2 jam lalu
0
thumb
Chief of AI kumparan Ungkap Tantangan Bisnis di Era AI: Tak Cukup Andalkan Web
• 20 jam lalu
0
thumb
TNI: Dua Anggota KKB Tewas saat Kontak Tembak di Nduga
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.