Menteri Ara Kejar Realisasi 400 Ribu Bedah Rumah di 9 Daerah

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong sembilan pemerintah daerah (pemda) mempercepat realisasi Program Bedah Rumah dengan alokasi 400 ribu unit karena pelaksanaannya menghadapi kendala tenaga kerja hingga distribusi material bangunan.

Maruarar membahas percepatan program melalui rapat koordinasi daring bersama kepala daerah dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Lahat, Kota Padang, Kota Palembang, Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan Kabupaten Aceh Utara.

Setiap daerah menghadapi tantangan berbeda dalam pelaksanaan program. Ketersediaan tenaga kerja dan kelancaran distribusi bahan bangunan menjadi dua persoalan yang perlu segera ditangani agar pengerjaan rumah tidak terhambat.

Koordinasi Daerah

Maruarar menekankan pentingnya koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi kendala di lapangan. 

Ia meminta seluruh pihak mencari solusi bersama agar pelaksanaan Program Bedah Rumah berjalan lebih cepat.

Pemerintah juga mendorong seluruh daerah menggunakan standar pengukuran capaian yang sama. 

Langkah tersebut bertujuan memastikan laporan realisasi program mencerminkan kondisi penyelesaian rumah, bukan sekadar penyaluran anggaran.

Bedah Rumah Harus Tuntas

Kementerian PKP menetapkan tiga indikator penyelesaian Program Bedah Rumah. Pertama, dana program sudah disalurkan. 

Kedua, kondisi fisik rumah telah selesai 100 persen. Ketiga, laporan pelaksanaan sudah lengkap.

Dengan standar tersebut, penyaluran dana saja belum cukup untuk menghitung sebuah rumah sebagai pekerjaan yang selesai. 

Pemerintah juga mensyaratkan penyelesaian fisik dan kelengkapan administrasi sebagai bagian dari capaian program.

Maruarar menyampaikan apresiasi kepada kepala daerah dan jajaran yang terus berkoordinasi untuk mempercepat program perumahan. 

Pemerintah berharap pelaksanaan program ini dapat memperluas akses masyarakat terhadap rumah yang layak huni.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komnas HAM Bertemu Kepala BRAN Dedy Prasetyo, Bahas Penanganan Konflik Agraria
• 11 jam lalu
0
thumb
Persaingan Top Scorer BRI Super League Memanas: Bomber Eropa Mulai Runtuhkan Hegemoni Striker Amerika Latin
• 11 jam lalu
0
thumb
Penuhi Kebutuhan Pakan, BULOG Kirim 10.000 Ton Jagung dari Makassar ke Surabaya
• 15 jam lalu
0
thumb
Foto: 38 Tahun Jadi Gajah Sirkus, Julie Kini Hidup di Alam Bebas
• 21 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Brent Melonjak akibat Konflik Saudi Vs Houthi
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.