Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan membuka hutan primer untuk produksi pangan nasional. Komitmen ini disampaikan ketika Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Rabu (21/10/2026).
Saat itu Amran menjawab pertanyaan Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana perluasan pertanian.
"Jadi tidak akan buka hutan primer? Untuk produksi pangan kita selanjutnya, kita tidak perlu buka hutan primer?" tanya Prabowo.
"Siap tidak bapak presiden," jawab tegas Amran.
Pertanyaan itu dilontarkan ketika Amran menjelaskan mengenai pengembangan lahan rawa mineral untuk pengembangan pangan nasional. Dia menjelaskan pemerintah sudah menyiapkan peta lahan rawa mineral seluas 2 juta hektare untuk memperkuat ketahanan pangan.
Pada tahap pertama, pemerintah menargetkan pengembangan 500.000 hektare lahan bersama TNI dan Kementerian Pertahanan.
"Tahap pertama, kami rapat tadi dengan TNI dan Pak Menhan untuk menggarap seluas 500.000 hektar, lahannya ini 2 juta hektar. Kembali yang tadi. 2 juta hektar kami sudah siapkan petanya untuk mencukupi pangan kita untuk penduduk 500 juta orang ke depan," kata Amran.
Amran menjelaskan itu merupakan lahan rawa mineral bukan gambut.
Adapun komoditas yang akan dikembangkan pada lahan itu, tidak terbatas hanya pada komoditas beras. Melainkan juga bisa ditanami jagung, hingga kedelai.
(dce)





Komentar (0)