Asian Para Games 2026: Fredy Setiawan Raih Perak, Bidik Emas di Los Angeles 2028

medcom.id
12 jam lalu
Cover Berita
Nagoya: Atlet para bulu tangkis Indonesia, Fredy Setiawan, berhasil meraih medali perak nomor tunggal putra SL4 pada Asian Para Games 2026. Meski gagal merebut emas setelah kalah dari wakil India, Naveen Sivakumar, pencapaian ini menjadi peningkatan bagi Fredy dibandingkan penampilannya pada edisi sebelumnya di Hangzhou.

Dalam pertandingan final yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jumat, 23 Oktober, Fredy harus mengakui keunggulan Sivakumar dengan skor 9-21, 17-21. Lawannya yang berstatus pemain peringkat dua dunia tampil tangguh dan mampu menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan.

Bagi Fredy, hasil ini menyisakan kekecewaan karena belum berhasil meraih medali emas tunggal putra. Namun, ia tetap bersyukur dapat kembali menembus partai final Asian Para Games, sekaligus membuktikan konsistensinya di level tertinggi para bulu tangkis Asia.

“Puji Tuhan sih bisa main di final ini, karena memang lawannya juga kencang-kencang semua,” ujar Fredy seusai pertandingan. Tingkatkan Prestasi di Asian Para Games 2026 Medali perak di Nagoya menjadi kemajuan bagi Fredy Setiawan. Pada Asian Para Games Hangzhou 2022, atlet asal Solo tersebut meraih medali perunggu di nomor tunggal putra SL4.

Kini, pada penampilan keempatnya di Asian Para Games, Fredy kembali berhasil melangkah hingga partai puncak. Pencapaian tersebut mempertegas konsistensinya sebagai salah satu andalan Indonesia di cabang olahraga para bulu tangkis.

Fredy mengaku datang ke Nagoya tanpa memasang target berlebihan. Posisi di peringkat enam dunia dan minimnya kesempatan bertemu pemain-pemain papan atas dalam turnamen internasional menjadi salah satu pertimbangannya.

“Sebenarnya masih belum ada target, karena dari segi peringkat dunia saya peringkat enam, karena jarang ikut turnamen juga. Jadi kan jarang ketemu sama pemain-pemain yang sering berangkat,” ungkapnya.

Meski demikian, Fredy merasa kondisinya selama mengikuti Asian Para Games 2026 tetap terjaga dengan baik. Ia tidak mengalami kendala berarti terkait kondisi tubuh, venue pertandingan, cuaca, maupun makanan selama berada di Nagoya.

“Iya, puji Tuhan, benar-benar oke,” katanya. Fokus Jadi Evaluasi Fredy Usai Kalah dari Naveen Sivakumar Menghadapi Naveen Sivakumar yang menempati peringkat dua dunia, Fredy menyadari bahwa pertandingan final bukanlah tantangan mudah. Setelah kehilangan game pertama dengan skor 9-21, Fredy berusaha bangkit pada game kedua. Ia sempat memimpin perolehan poin dan memberikan perlawanan lebih ketat sebelum Sivakumar mampu membalikkan keadaan untuk mengunci kemenangan 21-17.

Menurut Fredy, hilangnya konsentrasi pada momen penting menjadi salah satu faktor yang membuat peluangnya untuk memaksakan game penentuan tidak terwujud. Bagi Fredy, kesiapan fisik dan mental serta kemampuan menjaga konsentrasi menjadi faktor penting untuk terus bersaing di level internasional.

“Karena mungkin fokusnya sedikit goyah, ya. Jadi kalau sudah fokusnya hilang sedikit, itu poin pasti buat lawan. Paling harus lebih siap lagi, lebih fokus, dan pokoknya jangan mati sendiri. Itu aja sih,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa secara peringkat, Sivakumar memang lebih diunggulkan. Karena itu, Fredy menjadikan pertandingan final ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainannya pada turnamen berikutnya.

“Dari segi peringkat, memang kalau dilihat dari hitam di atas putih, memang dia yang diunggulkan,” katanya.

Terkait strategi dan jadwal turnamen selanjutnya, Fredy memilih mengikuti arahan tim pelatih agar persiapannya berjalan sesuai rencana. “Itu pelatih yang tahu, jadi kita ikuti arahan pelatih saja,” ujarnya.

Baca Juga :

Asian Para Games 2026: Subhan/Rina Pertahankan Emas, Bangkit dari Cedera dan Trauma Paris
Konsisten Raih Medali Sejak 2014 Konsistensi menjadi salah satu keunggulan Fredy Setiawan sepanjang kariernya di Asian Para Games. Sejak menjalani debut pada Asian Para Games Incheon 2014, ia selalu berhasil membawa pulang medali dari ajang tersebut.

Pada Asian Para Games 2014 di Incheon, Fredy meraih dua medali emas dari nomor tunggal putra dan ganda campuran, serta medali perak ganda putra. Empat tahun kemudian, ia kembali menunjukkan kualitasnya di Asian Para Games Jakarta 2018 dengan menyumbangkan medali emas ganda putra dan beregu putra, serta medali perak tunggal putra.

Sementara itu, pada Asian Para Games Hangzhou 2022, Fredy meraih medali perak ganda putra dan ganda campuran, ditambah perunggu tunggal putra. Catatan prestasinya juga mengesankan di tingkat dunia.

Fredy meraih medali perunggu tunggal putra SL4 pada Paralimpiade Tokyo 2020, kemudian membawa pulang medali perak ganda campuran dan perunggu tunggal putra pada Paralimpiade Paris 2024. Selain itu, ia juga telah mengoleksi dua medali emas Kejuaraan Dunia BWF Para Badminton.

Deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Fredy masih mampu bersaing di level elite. Meski belum mendapatkan emas tunggal putra di Nagoya, ambisinya untuk kembali berdiri di podium tertinggi tetap terjaga.

“Sangat penasaran sih, tapi memang persiapannya harus lebih bagus lagi,” ungkap atlet kelahiran 29 November 1991 itu. Indonesia Open dan Paralimpiade Los Angeles 2028 Jadi Target Berikutnya Fredy tidak ingin berlama-lama larut dalam hasil final Asian Para Games 2026. Ia sudah mengalihkan perhatian ke agenda kompetisi berikutnya, yakni Indonesia Open yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

Namun, target terbesarnya adalah tampil pada Paralimpiade Los Angeles 2028. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Fredy harus mempersiapkan diri menghadapi rangkaian turnamen kualifikasi dan mengumpulkan poin sesuai ketentuan yang berlaku.

“Targetnya ke depan bisa ikut Paralimpiade di LA. Jadi memang setelah ini persiapan lagi untuk Road to LA,” katanya.

Fredy menjelaskan, periode pengumpulan poin kualifikasi diperkirakan mulai berlangsung pada pertengahan tahun depan. Para atlet harus memanfaatkan turnamen yang masuk dalam kalender kualifikasi untuk mendapatkan posisi terbaik.

“Mulai dari tahun depan, mulai dari bulan Juni atau Juli, mulai pengumpulan poin satu tahun. Dan biasanya diambil enam terbaik dari turnamen yang sudah disediakan oleh BWF,” jelasnya.

Bagi Fredy, medali perak Asian Para Games 2026 bukanlah akhir perjalanan. Sebaliknya, hasil tersebut menjadi modal evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan mematangkan persiapan menuju panggung olahraga terbesar bagi atlet disabilitas dunia. Optimistis Regenerasi Para Bulu Tangkis Indonesia Selain mengejar prestasi pribadi, Fredy juga menaruh perhatian pada perkembangan para bulu tangkis Indonesia. Sebagai salah satu atlet senior, ia menilai proses regenerasi di cabang olahraga ini berjalan cukup baik.

Menurutnya, program pembinaan bagi pelajar dan penyelenggaraan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) memiliki peran penting dalam menemukan serta mengembangkan atlet-atlet muda potensial.

“Kalau regenerasi di Indonesia sebenarnya sudah cukup bagus, karena sudah ada pelatihan untuk pelajar juga, sudah banyak. Dan memang adanya Peparnas itu juga sangat membantu untuk regenerasi,” jelasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Asian Para Games 2026: Fredy Setiawan Raih Perak, Bidik Emas di Los Angeles 2028 Klik untuk baca: https://www.medcom.id/olahraga/sports-lainnya/nbw5yx5K-asian-para-games-2026-fredy-setiawan-raih-perak-bidik-emas-di-los-angeles-2028

(KAH)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sidang Praperadilan Devi Taurisa Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan
• 11 jam lalu
0
thumb
Jakarta Running Festival 2026 Sediakan MRT Gratis, Cek Jadwal dan Cara Aksesnya
• 19 jam lalu
0
thumb
Kapolri Ungkap Modus Selundupkan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Kapal Matikan Sinyal
• 19 jam lalu
0
thumb
4 Cara Mengatasi Pinggang Pegal Saat Mengemudi Mobil
• 23 jam lalu
0
thumb
Bukalapak (BUKA) Rugi Rp885 Miliar, EBITDA yang Disesuaikan Positif pada Kuartal III-2026
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.