Ribuan masyarakat mengikuti Jawa Timur Berselawat dan Tabligh Akbar di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (23/10/2026) malam, untuk memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus Hari Santri Nasional 2026.
Selawat dan tabligh akbar tersebut, dihadiri oleh Syekh Afeefuddin Al-Jailani salah satu cicit Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, Gus Iqdam pendiri majelis Sabilu Taubah, dan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur.
Syekh Afeefuddin Al-Jailani yang berasal dari Baghdad menyampaikan kebahagiaannya dapat berkunjung ke Indonesia yang menurutnya memiliki kecintaan besar kepada Nabi Muhammad SAW. Salah satu wujud kecintaan terhadap Rasulullah tersebut diimplementasikan dalam tabligh akbar dan selawat bersama.
Ia mengatakan, kecintaan kepada Rasulullah mampu menyatukan masyarakat dalam majelis selawat, seperti yang digelar dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus Hari Santri Nasional 2026.
“Saya selalu bahagia untuk berkunjung ke negara ini, negara yang selalu penuh cinta dan menjaga kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW,” katanya dalam sambutan.
Ia menyebut, cinta juga dapat menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Syekh Afeefuddin berharap nilai cinta tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menebarkan rasa aman dan menjaga kedamaian. Ia juga berharap Indonesia menjadi negara yang stabil dan penuh keberkahan.
“Semoga kita bisa menebarkan rasa aman, cinta, tidak takut, stabil, sehingga bisa menjadi negara yang aman, stabil, dan penuh keberkahan,”
Sementara itu, Gus Iqdam mengingatkan pentingnya bersyukur seiring dengan Jatim telah mencapai 81 tahun. Ia menyatakan, umat manusia yang mau bersyukur kepada Allah SWT, maka nikmat yang sudah ada akan terkunci, sementara nikmat yang belum ada akan mudah datang.
“Semoga berkah tasyakuran hari ini, nikmat yang ada di Jatim terikat dengan baik, tidak lepas, dan nikmat yang ada segera didatangkan oleh Allah SWT,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, ketika umat muslim berkumpul dalam sebuah majelis yanh berisi kegiatan kebaikan, menurutnya majelis semacam itu menjadi salah satu jalan untuk memperoleh rahmat dan kasih sayang Allah.
“Tidaklah suatu kaum duduk bermajelis, selain semuanya akan dikelilingi malaikat, akan diselimuti rahmat-Nya Allah. Artinya, mendapat kasih sayang dari Allah,” ucapnya.
Ribuan jemaah mengikuti selawat dan tabligh akbar di halalam Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada Jumat (23/10/2026). Foto: Risky suarasurabaya.netPesan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjadikan majelis selawat tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang memperkuat keimanan, kebersamaan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menambahkan, selain peringatan Hari Jadi ke-81 Jatim, tabligh akbar tersebut juga untuk memperingati Hari Santri. Ia mengingatkan, Hari Santri tidak bisa dilepaskan dari sejarah Resolusi Jihad yang menyerukan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Khofifah menjelaskan, Resolusi Jihad yang dimotori Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa sekaligus pengingat bagi generasi sekarang untuk menjaga kemerdekaan.
“Para santri Jawa dan Madura, fardu ain membela negara, mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Inilah yang sesungguhnya menjadi bagian penting kenapa ada Hari Santri,” ucapnya.
Ia menegaskan, semangat perjuangan tersebut perlu terus diwariskan agar santri tetap siap mengambil peran dalam menjaga keutuhan bangsa dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Ini menjadi seruan untuk membela negara, menjaga kemerdekaan Republik Indonesia, dan ini dimotori oleh pendiri NU, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Makanya santri harus siap menjadi garda depan,” ucapnya.
Melalui Jawa Timur Berselawat dan Tabligh Akbar, pihaknya berharap peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, merawat persatuan, serta menghidupkan kembali semangat perjuangan santri dalam menjaga kemerdekaan Indonesia.
“Semoga Allah Jaga Indonesia, semoga damai, dan menjadi Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur,” pungkasnya.(ris/wld/faz)





Komentar (0)