BEKASI, DISWAY.ID-- Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto memastikan ketersedian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Bekasi dalam keadaan aman.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran warga Kota Bekasi saat melihat kelangkaan logistik yang terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya Bali.
BACA JUGA:IHSG Bangkit 0,95 Persen ke Level 5.439, Saham Teknologi AS Justru Berguguran
Hal itu dipastikan ketika orang nomor satu di Kota Bekasi melakukan pengecekan di dua tempat pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Bekasi.
"Saya kira kondisi saat ini relatif masih terkendali dan aman. Tidak terlihat adanya kepanikan yang berlebihan dari masyarakat," ungkap Tri di Bekasi pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Meski begitu, Tri mengaku bahwa salah satu SPBU yang berada di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur mengalami keterlambatan armada dalam mengantarkan stok BBM.
"Jadi, keterlambatan ini hanya karena distribusi yang terlambat bukan karena adanya kelangkaan BBM," katanya.
BACA JUGA:8 Konser Gratis Jabodetabek 24-25 Oktober 2026, Karaokean Bareng NPD, Dewi Perssik, Bernadya dan D'Masiv!
Walaupun ketersediaan BBM di Kota Bekasi aman, namun Tri tetap melakukan pemantauan bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi (Disdagperin).
Pengecekan tersebut dilakukan guna memastikan takaran bahan bakar yang diterima masyarakat sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
Selain itu, masyarakat juga bisa menyampaikan laporan melalui layanan darurat Kota Bekasi di nokor 112 bilamana menemukan persoalan terkait BBM maupun takaran di SPBU.
"Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Sejauh ini, aktivitas berjalan normalnya. Pada siang hari ini juga belum terlihat anteran," ucap Tri.
Sebelumnya, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera beberapa hari belakangan menjadi sorotan tajam masyarakat luas.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Jago Sulam Alis, Perias PMU Kini Bisa Kantongi Sertifikat Kompetensi Resmi
Keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM dari Jawa membuat cadangan BBM di wilayah tersebut sempat turun hingga hanya mencukupi kebutuhan selama 3–4 hari.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)