Penampakan Lab Narkoba 1,2 Ton di Pidie Aceh yang Dibongkar Polri hingga BNN

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai membongkar laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengecek langsung lokasi pabrik gelap tersebut.

Berdasarkan informasi dan dokumentasi yang diterima, Jumat (23/10/2026), laboratorium narkotika tersebut berada di deretan ruko kawasan Mutiara Timur, Pidie, Aceh. Terdapat dua unit ruko yang disulap para pelaku menjadi tempat memproduksi sabu cair menjadi sabu siap edar.

Dari luar, bangunan bertingkat tersebut tampak seperti ruko pada umumnya dengan balutan cat dan pintu bernuansa putih. Saat ini, bagian depan bangunan itu telah dipasangi garis polisi (police line).

Masuk ke bagian dalam, ruko tersebut terbagi ke dalam berbagai ruangan yang difungsikan untuk seluruh tahapan proses produksi. Berbagai sudut ruangan tampak dipenuhi beragam peralatan dan bahan kimia pembuatan narkotika.

Tim gabungan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai, membongkar laboratorium narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (23/10/2026). (Dok. Istimewa)
Baca juga: Narkoba 1,2 Ton di Aceh Dibongkar, Bea Cukai: RI Tak Boleh Jadi Pabrik Narkoba

Di lokasi tersebut terlihat persediaan sabu cair, tabung gas, kompor, alat penyinaran, mesin pendingin, timbangan, ember, hingga paket sabu yang sudah selesai dikemas dan siap diedarkan.

Dari hasil operasi gabungan tersebut, petugas menyita sekitar 1,2 ton sabu serta mengamankan sejumlah orang yang berada di lokasi. Clandestine lab di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.

Sebelum bertolak mengecek pabrik sabu di Aceh, Jenderal Suyudi terlebih dahulu memimpin konferensi pers pengungkapan 1,16 ton obat keras jenis ketamin HCl senilai Rp 3,48 triliun dari kapal MT Global 168 di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara.

Dalam penindakan di Belawan, aparat gabungan meringkus delapan orang kru kapal yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal Taiwan.




(ond/rfs)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Asian Para Games 2026: Subhan/Rina Pertahankan Emas, Bangkit dari Cedera dan Trauma Paris
• 9 menit lalu
0
thumb
Jadwal Pemadaman Listrik di Makassar Hari Ini 23 Oktober 2026, Cek Wilayah yang Terdampak hingga Pukul 24.00 Wita
• 11 jam lalu
0
thumb
Anak Disabilitas di Surabaya Meninggal Diduga akibat Perundungan, Ahmad Doli Dorong Revisi UU SPPA
• 1 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan Motor dan Truk di Priok Tewaskan 2 Orang
• 6 jam lalu
0
thumb
2 Tahun Prabowo-Gibran, Penyakit Kardiovaskular Masih Jadi PR Kementerian Kesehatan
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.