JAKARTA, DISWAY.ID-- Data hari ini menunjukkan betapa timpangnya fasilitas pendidikan medis kita. FKG saat ini baru tersebar di 18 provinsi.
Jumlahnya cuma 50 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari jumlah yang terbatas itu, kampus yang memiliki program spesialis dokter gigi malah baru delapan.
BACA JUGA:Peringati Hari Santri, Siswa Sekolah Rakyat Tampilkan Puisi 'Dari Bumi Kiai Bisri Kami Menggapai Mimpi'
Berdasarkan hitung-hitungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada 2026 saja Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 165.241 dokter gigi. Untuk tingkat spesialis dari 10 bidang spesialisasi kebutuhannya mencapai 13.876 orang.
Antara angka kebutuhan di lapangan dengan kapasitas cetak lulusan di kampus, jaraknya masih teramat jauh.
Membangun infrastruktur itu mudah, tetapi membangun manusia adalah esensi utama dari pelayanan kesehatan." kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.
BACA JUGA:Media Singapura Soroti Bahlil yang Pertimbangkan Setop Ekspor Gas, Kontrak Berakhir 2028
Kondisi inilah yang membuat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengambil langkah agresif ditahun 2029, setiap provinsi di Indonesia wajib memiliki Fakultas Kedokteran Gigi.
Target tersebut dijabarkan ke dalam tiga inisiatif strategis :
1. 1.000 Beasiswal : Pembiayaan penuh untuk pendidikan dokter dan dokter gigi spesialis.
2. Penempatan Residen Mandiri: Mendorong dokter senior langsung melayani di fasilitas kesehatan prioritas daerah.
3. Akselerasi FKG Daerah: Membuka prodi dan fakultas baru di provinsi yang belum memiliki FKG.
Gerakan serentaknya dimulai tahun 2026 Lewat keputusan Dirjen Dikti Nomor 111 Tahun 2026 pemerintah resmi menugaskan 29 perguruan tinggi untuk membuka FKG baru. Selain itu, dibuka pula 26 program studi dokter gigi spesialis dan subspesialis baru.
BACA JUGA:Shin Tae-yong Tanggapi Sanksi Persija: Ganggu Perjuangan Tim
Strateginya menggunakan sistem pengampuan, Kampus-kampus tua yang FKG-nya sudah mapan ditugaskan membimbing kampus baru dari sisi akademis, SDM, hingga jaringan klinik pendidikan.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)