Dokter yang Diduga Cabuli Anak Kandung di Bandung Sudah Sebulan Tak Praktik, Ini Kata Rekan Kerjanya

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bandung, tvOnenews.com - Seorang dokter umum berinisial IS yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya diketahui telah lebih dari satu bulan tidak terlihat membuka praktik di sebuah apotek di kawasan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat.

Fatma, salah satu rekan kerja IS di apotek tersebut, mengatakan sang dokter diketahui rutin membuka praktik di apotek itu sejak 2023. Biasanya, IS melayani praktik setiap siang hari.

“Sudah lebih dari satu bulan terakhir, yang bersangkutan tidak terlihat datang untuk praktik,” kata Fatma.

Fatma mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang tengah dihadapi IS. Ia menyebut, selama bekerja bersama, IS dikenal sebagai sosok yang baik dan responsif dalam menangani berbagai persoalan di lingkungan apotek.

Fatma, salah satu rekan kerja dokter IS yang mencabuli anak kandungnya sendiri di Bandung.
Sumber :
  • Istimewa

Meski begitu, Fatma mengaku terkejut saat mendengar informasi mengenai dugaan kasus pencabulan yang kini menyeret nama rekan kerjanya tersebut.

"Ia menyebut IS pernah bercerita mengenai pertengkaran dengan istrinya. Namun, belakangan ini, IS tidak lagi menceritakan persoalan tersebut," katanya.

Fatma juga menegaskan bahwa apotek tempat IS biasa membuka praktik bukan milik dokter tersebut. IS hanya menjalankan praktik di tempat itu.

Pengakuan Sang Dokter

Sementara itu, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jawa Barat, Kombes Pol Rumi Untari, membenarkan bahwa IS merupakan seorang dokter umum yang kini tengah menjalani proses pemeriksaan terkait dugaan kasus tersebut.

Meski IS disebut tidak mengakui perbuatannya saat pemeriksaan, penyidik masih terus mendalami perkara tersebut, termasuk dengan memeriksa empat orang saksi.

“Penyidik masih terus mendalami kasus ini, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap fakta-fakta terkait dugaan tindak pidana tersebut,” katanya.

Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang diduga melibatkan ayah kandung korban ini menjadi perhatian berbagai pihak. 

Untuk melindungi identitas korban yang masih berusia balita, kepolisian menempatkan korban di rumah aman dengan pendampingan tim psikologi.

Hingga kini, proses penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana tersebut. Asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan selama proses hukum berjalan. (cep/muu)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KDM Tiba di Majalengka Pimpin Pemadaman Kebakaran Gunung Ciremai
• 16 jam lalu
0
thumb
Resolusi Jihad Abad 21: Jejak Santri Penggerak Peradaban Pasundan
• 14 jam lalu
0
thumb
Hari Jadi Ke-75 Humas Polri, Polda Metro Peduli Kemanusiaan Lewat Donor Darah
• 4 jam lalu
0
thumb
Gempa Tibet tewaskan 16 orang, 54 lainnya terluka
• 18 jam lalu
0
thumb
Bagaimana Warga Menyiasati Kenaikan Harga Pangan?
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.