EtIndonesia.com Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan bahwa kekuatan fenomena El Niño tahun ini mungkin melampaui rekor dalam 40 tahun terakhir. Para ahli memperkirakan fenomena El Niño yang sangat kuat ini akan mencapai puncaknya pada akhir tahun dan dampaknya dapat berlanjut hingga tahun depan. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan krisis kelaparan parah yang mengancam 50 juta orang!
Kobaran api melahap hamparan hutan yang luas, sementara asap tebal membumbung tinggi ke langit!
Indonesia sedang mengalami musim kebakaran hutan terparah sejak 2015. Akibat suhu tinggi dan kekeringan, hampir 900.000 hektare lahan telah hangus tahun ini. Lebih dari 170.000 orang juga menderita penyakit pernapasan akibat kondisi tersebut.
Sementara itu, curah hujan di India tahun ini tercatat 13% lebih rendah daripada tingkat normal. Sejumlah wilayah mengalami kekeringan berkepanjangan, membuat para petani sangat menderita.
Di sisi lain, badai tropis terus terbentuk di Samudra Pasifik! Tahun ini, Pasifik timur laut telah mengalami 22 badai besar, 12 diantaranya berkembang menjadi badai hurikan.
Pasifik barat juga menunjukkan aktivitas yang tinggi. Sepanjang Agustus saja, tercatat 10 siklon tropis kuat terbentuk di kawasan tersebut.
Fenomena El Niño umumnya terjadi di sekitar garis khatulistiwa. Fenomena ini menyebabkan suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik meningkat, yang kemudian mengubah pola angin, tekanan udara, dan curah hujan di seluruh dunia.
Menghadapi cuaca ekstrem yang terus terjadi, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Rabu (21 Oktober) mengeluarkan peringatan terbaru. Kekuatan El Niño tahun ini diperkirakan dapat mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya!
“Berdasarkan prakiraan iklim musiman global terbaru kami, dari November 2026 hingga Januari 2027, suhu permukaan laut di Pasifik tropis, yaitu wilayah inti fenomena El Niño, mungkin mencapai 3,8 derajat Celsius di atas rata-rata,” ujar Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia, Celeste Saulo.
Sebagai gambaran, dalam beberapa episode El Niño kuat sebelumnya, suhu air laut paling tinggi hanya sekitar 3 derajat Celsius di atas nilai normal. Namun, kondisi tersebut saja sudah menimbulkan dampak serius di seluruh dunia.
PBB memperingatkan bahwa hingga 50 juta orang di seluruh dunia berpotensi menghadapi krisis kelaparan yang semakin parah.
Laporan gabungan reporter NTD, Liu Jiajia.






Komentar (0)