Kronologi Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Belawan

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap hasil penelusuran pergerakan kapal MT Global 168 yang diduga digunakan untuk menyelundupkan 1,16 ton ketamin ke Indonesia. Kapal tersebut terdeteksi melakukan sejumlah pergerakan tidak biasa di Selat Malaka dan Laut Andaman sebelum akhirnya diamankan di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatra Utara.

Suyudi menjelaskan, berdasarkan spesifikasi fisiknya, MT Global 168 memiliki panjang sekitar 57 meter dan lebar 9,02 meter. Kapal itu tercatat memiliki gross tonnage (GT) sebesar 370 serta deadweight tonnage (DWT) berkisar 726 hingga 776 ton.

Advertisement

BACA JUGA: Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Digagalkan, Kapolri: Kado 2 Tahun Prabowo-Gibran

"Dari spesifikasi fisik, ini sebagai informasi biar kita tahu semua, kapal ini memiliki panjang 56,99 hingga 57 meter, dengan lebar 9,02 meter. Kapal ini juga tercatat memiliki gross tonnage atau GT sebesar 370 dan deadweight tonnage atau DWT pada kisaran 726 hingga 776 ton," ujar Suyudi, Jumat (23/10/2026).

Dari sisi kepemilikan, kapal tersebut terdaftar atas nama perusahaan Makmur Marine Petroleum yang beralamat di Johor Bahru, Malaysia.

"Alamat perusahaan tersebut juga telah kita ketahui, yaitu berlokasi di Suite S11 dan S12, lantai 5, Menara TJB, Jalan Syekh Muhammad Mufti, Bandar Johor Bahru, 80000 Johor, Malaysia," terang Suyudi.

"Fakta ini tentunya akan menjadi bekal penting bagi tim penyidik untuk mendalami keterlibatan korporasi maupun pihak-pihak pengendali di balik jaringan internasional ini," sambung dia.

Pengungkapan kasus ini bermula dari pemantauan intelijen terhadap pergerakan anomali MT Global 168 di Selat Malaka. Tim analis Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai telah memonitor kapal tersebut sejak Agustus 2026.

"Kita lihat di sini, bagaimana pergerakan anomali kapal tersebut. Sebagai catatan awal, tim analis dari BNN dan Bea Cukai sebenarnya telah memonitor kapal MT Global 168 ini sejak bulan Agustus 2026. Jadi sudah 3 bulan. Kita memang seperti itu, sita selalu menginvestigasi kapal itu tidak sebentar. 3 bulan itu paling sebentar, 6 bulan," tutup dia.

Identitas MT Global 168 diketahui dari dokumen docking yang ditemukan di kapal lain yang sebelumnya ditangkap aparat. Kapal tersebut merupakan kapal Kusangsing 1 yang digunakan untuk mengangkut 800 kilogram ketamin.

"Identitas kapal ini terungkap dari dokumen docking yang ditemukan di atas kapal yang kita tangkap sebelumnya. Mungkin kalau Bapak-Ibu monitor, kita pernah menangkap ketamin 800 kilo di kapal Kusangsing 1. Isinya 800 kilogram ketamin," sambung Suyudi.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mensos Sebut Warga Terdampak Karhutla Dapat Bantuan Sosial dari Pemerintah | KOMPAS PETANG
• 4 jam lalu
0
thumb
JK Bicara 4 Faktor Penekan Ekonomi RI di Harvard AS, dari Perang-Korupsi
• 12 jam lalu
0
thumb
Polda Sulteng amankan 40 orang dalam operasi penggerebekan narkotika
• 15 jam lalu
0
thumb
Indonesia Kejar Industri Semikonduktor lewat Hilirisasi Mineral Kritis
• 13 jam lalu
0
thumb
Sesama Anggota DPRD Pekanbaru Ribut di Bandara Soetta, Berujung Lapor Polisi
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.