JAKARTA, DISWAY.ID – Wacana penghentian ekspor gas alam Indonesia ke negara tetangga menjadi sorotan media Singapura.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah mempertimbangkan opsi tidak memperpanjang kontrak ekspor gas dengan sejumlah negara tetangga.
Opsi tersebut muncul di tengah arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mengutamakan kepentingan dan ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik serta tantangan energi global.
Dilansir dari AsiaOne, media Singapura, Bahlil menyampaikan pertimbangan itu kepada awak media setelah menghadiri rapat paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026, dalam rangka dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus USD 92 per Barel, Bagaimana Nasib BBM Subsidi? Bahlil Buka Suara
Bahlil mengatakan, arahan Presiden harus diterjemahkan menjadi program konkret untuk memastikan keberlangsungan negara.
“Sebagai pejabat negara, kita harus menerjemahkan apa yang disampaikan Presiden Prabowo ke dalam program konkret untuk memastikan kelangsungan hidup negara,” demikian pernyataan Bahlil.
Ia menjelaskan, pemerintah dapat mengevaluasi kembali ekspor energi, terutama gas alam, agar kebutuhan dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu sebelum pasokan dialokasikan untuk pasar luar negeri.
“Saya juga mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas dengan negara tetangga,” kata Bahlil.
BACA JUGA:Bantah Kuota BBM Bali Dipangkas, Bahlil: Saya Malah Menambah
Pernyataan tersebut kembali ditegaskan Bahlil pada Kamis, 22 Oktober 2026, saat peresmian fasilitas gas.
Menurut laporan kantor berita Antara, Bahlil menyatakan Indonesia tetap terbuka bekerja sama dalam ekspor energi dengan negara lain yang memiliki hubungan saling menguntungkan dan saling menghormati.
Sebaliknya, pemerintah juga siap mengevaluasi ekspor energi ke negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghormati Indonesia.
Meski demikian, Bahlil tidak menyebutkan secara spesifik negara mana saja yang berpotensi terdampak oleh evaluasi tersebut.
BACA JUGA:Bahlil Minta Pertamina Tambah Kapal Antisipasi Hambatan Distribusi BBM
Kontrak Gas Indonesia-Singapura Berakhir pada 2028- 1
- 2
- »






Komentar (0)