FEB Unisma Adakan International Mobility dan Community Service 2026 di Malaysia

beritajatim.com
6 jam lalu
Cover Berita

​Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) bersiap menyelenggarakan program bertajuk International Mobility dan Community Service Malaysia 2026.

Agenda strategis berskala internasional tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, tepatnya mulai 25 Oktober hingga 7 November 2026.

​Langkah ini menjadi upaya berkelanjutan FEB Unisma dalam memperluas jejaring internasional. FEB Unisma juga terus memperkuat kolaborasi akademik lintas negara, sekaligus meningkatkan kontribusi sosial perguruan tinggi terhadap masyarakat luas.

​Dekan FEB Unisma, Afifudin, SE., MSA., Ak., CAP., CBV., menyampaikan bahwa pelaksanaan program mobilitas ke Malaysia ini adalah wujud komitmen kuat institusinya. Terutama dalam menghadirkan pengalaman belajar komprehensif yang tidak lagi terhalang oleh batas geografis maupun sekat budaya.

​“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya didorong untuk memperluas wawasan akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, kerja sama internasional, kepemimpinan, kreativitas, serta kepekaan sosial dalam menghadapi tantangan global,” ujar Afifudin, Jumat (23/10/2026).

​Pada edisi kali ini, program tersebut mengusung tema besar, yakni “Beyond Borders: Learning through Global Academic Collaboration, Sharing Knowledge across Communities, and Empowering Future Generations”. Terdapat dua lokasi yang menjadi pusat kegiatan mahasiswa di Malaysia, yaitu Universiti Teknologi MARA (UiTM) dan Sanggar Bimbingan At-Tanzil, Malaysia.

Lewat dua titik ini, FEB Unisma akan mengintegrasikan ilmu akademik berwawasan global dengan aksi nyata pengabdian masyarakat. Afifuddin menguraikan, selama berada di Universiti Teknologi MARA (UiTM), para peserta didik akan dihadapkan pada iklim pendidikan internasional yang kompetitif.

“Mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertukar pengetahuan, menyerap perspektif baru mengenai pendidikan tinggi, serta mendalami arah pengembangan ilmu pengetahuan mutakhir. Interaksi langsung antar-akademisi beda negara ini diyakini mampu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berani membagikan gagasan dan memperluas jejaring,” ujar Dekan FEB Unisma.

​Sementara itu, pendekatan berbeda akan diterapkan saat para mahasiswa terjun ke Sanggar Bimbingan At-Tanzil. Di lokasi kedua ini, kegiatan akan difokuskan pada penguatan peran kampus di sektor pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk menggunakan pendekatan yang edukatif sekaligus partisipatif dalam mendampingi masyarakat sekitar.

​“Ini adalah ruang bagi mereka untuk membagikan ilmu, merajut interaksi sosial secara langsung, serta memupuk kepedulian pada pendidikan pengembangan potensi generasi muda. Harapannya, ilmu yang diserap dari bangku kuliah benar-benar aplikatif dan membumi di dunia nyata,” ungkap Afifudin.

​Lebih lanjut, sang Dekan menyoroti esensi filosofis dari tema Beyond Borders. Menurutnya, tema tersebut membawa pesan krusial bahwa institusi pendidikan tinggi mengemban tanggung jawab moral untuk membangun jembatan kolaborasi kemanusiaan antarbangsa.

​“Perguruan tinggi tidak sekadar dituntut menghasilkan lulusan yang unggul di bidang akademik. Lebih dari itu, kita diharapkan mampu mencetak generasi yang terbuka pada keberagaman, adaptif merespons perubahan, berwawasan internasional, dan selalu berorientasi pada penyelesaian masalah di tengah masyarakat,” katanya menguraikan.

​Bagi FEB Unisma, ekspansi program pengabdian dan mobilitas ke Malaysia ini menjadi pilar penting dalam percepatan internasionalisasi kampus. Langkah ini dinilai sangat relevan dengan upaya implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat agar lebih kontekstual, kolaboratif, dan berdampak masif.

“​Ke depan, mobilitas internasional ini ditargetkan menjadi fondasi kokoh bagi kerja sama jangka panjang antara FEB Unisma, UiTM, dan mitra komunitas di Malaysia. Semangat learning through collaboration yang diusung diproyeksikan akan terus hidup, serta menginspirasi mahasiswa FEB Unisma untuk senantiasa berkontribusi membangun peradaban masa depan yang lebih baik,” kata Afiffudin menutup keterangan. (dan/ted)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lima Motor Dilaporkan Hilang di Surabaya, Gresik, hingga Nganjuk
• 2 jam lalu
0
thumb
Bahlil Akui Truk Tambang dan Perkebunan Masih Antre BBM Subsidi di Kalimantan
• 7 jam lalu
0
thumb
Pemkot Makassar perkuat peran strategis distribusi pangan di KTI
• 5 jam lalu
0
thumb
Prabowo Ungkap Perusahaan Asing Penyebab Karhutla 19 Kali Melanggar
• 16 jam lalu
0
thumb
Laba Melonjak 34%, Antam Masih Kaji Buyback Saham
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.