Jakarta: Ajang tahunan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 pada akhir pekan ini dibayangi ancaman kualitas udara yang buruk akibat polutan lokal dan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Acara yang berlangsung dari tanggal 24-25 Oktober 2026 itu berisiko memengaruhi kesehatan pernapasan puluhan ribu peserta.
JRF tahun ini berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dengan berbagai kategori jarak. Peserta diperkirakan berjumlah sekitar 37.000 orang untuk berlaga mulai dari kategori Samsung Galaxy 5K, myBCA Jakarta Half Marathon di hari Sabtu, hingga Le Minerale 10K dan Hydroplus Marathon di hari Minggu.
Berdasarkan pantauan aplikasi ‘IQAir’ indeks kualitas udara di Jakarta mencapai kategori “Tidak Sehat” dengan rata-rata skor 163. Angin yang bergerak membawa polutan utama PM. 2.5 dan kombinasi kiriman asap dari karhutla membuat kualitas udara di Jakarta kian memburuk.
Tips Aman Ikut JRF JRF tahun ini berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dengan berbagai kategori jarak. Peserta diperkirakan berjumlah sekitar 37.000 orang untuk berlaga mulai dari kategori Samsung Galaxy 5K, myBCA Jakarta Half Marathon di hari Sabtu, hingga Le Minerale 10K dan Hydroplus Marathon di hari Minggu.
Berdasarkan pantauan aplikasi ‘IQAir’ indeks kualitas udara di Jakarta mencapai kategori “Tidak Sehat” dengan rata-rata skor 163. Angin yang bergerak membawa polutan utama PM. 2.5 dan kombinasi kiriman asap dari karhutla membuat kualitas udara di Jakarta kian memburuk.
Mengingat tingginya intensitas aktivitas fisik saat berlari, peserta ditekankan untuk menerapkan sejumlah langkah pencegahan. Hal ini sangat penting agar pelari tetap aman dan terhindar dari risiko gangguan pernafasan.
Berikut lima tips yang bisa diterapkan peserta sebelum dan selama perlombaan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
1. Pantau Berkala Kualitas Udara Aktivitas lari menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus pengalaman olahraga yang dapat dinikmati di berbagai destinasi. (Foto: Freepik)
Berikut lima tips yang bisa diterapkan peserta sebelum dan selama perlombaan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Lakukan pengecekan indeks udara di aplikasi ‘IQAir’ secara berkala dan segera turunkan target kecepatan lari jika kualitas udara memburuk.
2. Gunakan Masker Wajah Kenakan masker berfilter khusus olahraga lari. Salah satu contoh masker khusus lari adalah Asics Runners Face Cover keluaran Asics, yang dirancang membantu pernapasan saat berlari di tengah polusi.
3. Minum Air Putih Yang Banyak Perbanyak konsumsi air putih sebelum dan sesudah berlari untuk membantu membersihkan debu yang menempel di area tenggorokan/pernafasan.
4. Kenali Batas Fisik Segera hentikan aktivitas lari dan cari petugas medis terdekat jika mulai mengalami sesak napas atau nyeri dada saat berlari. Orang yang mempunyai riwayat asma dan gangguan jantung cenderung memiliki risiko lebih tinggi saat berlari.
5. Jangan Paksa Personal Best Hindari memaksakan diri mencetak rekor waktu tercepat (Personal Best/PB) agar ritme pernapasan stabil dan paru-paru tidak bekerja terlalu keras. Tips di atas bisa ditambah dengan tips-tips lain yang mendukung keamanan. Jangan memaksakan diri untuk ikut jika Anda sedang dalam kondisi tidak fit.
(Adam Nur Fadhilah)
Baca Juga :
ITB Ultra Marathon Memakan Korban, Ini Penyebab Kematian dan Tips Aman Maraton(Adam Nur Fadhilah)





Komentar (0)