5 Tips Aman Ikut Jakarta Running Festival di Tengah Polusi Udara

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Ajang tahunan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 pada akhir pekan ini dibayangi ancaman kualitas udara yang buruk akibat polutan lokal dan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Acara yang berlangsung dari tanggal 24-25 Oktober 2026 itu berisiko memengaruhi kesehatan pernapasan puluhan ribu peserta.

JRF tahun ini berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dengan berbagai kategori jarak. Peserta diperkirakan berjumlah sekitar 37.000 orang untuk berlaga mulai dari kategori Samsung Galaxy 5K, myBCA Jakarta Half Marathon di hari Sabtu, hingga Le Minerale 10K dan Hydroplus Marathon di hari Minggu.

Berdasarkan pantauan aplikasi ‘IQAir’ indeks kualitas udara di Jakarta mencapai kategori “Tidak Sehat” dengan rata-rata skor 163. Angin yang bergerak membawa polutan utama PM. 2.5 dan kombinasi kiriman asap dari karhutla membuat kualitas udara di Jakarta kian memburuk.
Tips Aman Ikut JRF
Mengingat tingginya intensitas aktivitas fisik saat berlari, peserta ditekankan untuk menerapkan sejumlah langkah pencegahan. Hal ini sangat penting agar pelari tetap aman dan terhindar dari risiko gangguan pernafasan.

Aktivitas lari menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus pengalaman olahraga yang dapat dinikmati di berbagai destinasi. (Foto: Freepik)


Berikut lima tips yang bisa diterapkan peserta sebelum dan selama perlombaan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
1. Pantau Berkala Kualitas Udara
Lakukan pengecekan indeks udara di aplikasi ‘IQAir’ secara berkala dan segera turunkan target kecepatan lari jika kualitas udara memburuk.
2. Gunakan Masker Wajah
Kenakan masker berfilter khusus olahraga lari. Salah satu contoh masker khusus lari adalah Asics Runners Face Cover keluaran Asics, yang dirancang membantu pernapasan saat berlari di tengah polusi.
3. Minum Air Putih Yang Banyak
Perbanyak konsumsi air putih sebelum dan sesudah berlari untuk membantu membersihkan debu yang menempel di area tenggorokan/pernafasan.
4. Kenali Batas Fisik
Segera hentikan aktivitas lari dan cari petugas medis terdekat jika mulai mengalami sesak napas atau nyeri dada saat berlari. Orang yang mempunyai riwayat asma dan gangguan jantung cenderung memiliki risiko lebih tinggi saat berlari.
5. Jangan Paksa Personal Best
Hindari memaksakan diri mencetak rekor waktu tercepat (Personal Best/PB) agar ritme pernapasan stabil dan paru-paru tidak bekerja terlalu keras.

Baca Juga :

ITB Ultra Marathon Memakan Korban, Ini Penyebab Kematian dan Tips Aman Maraton
Tips di atas bisa ditambah dengan tips-tips lain yang mendukung keamanan. Jangan memaksakan diri untuk ikut jika Anda sedang dalam kondisi tidak fit.


(Adam Nur Fadhilah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Petugas gabungan bersihkan puing lapak narkoba Kampung Ambon
• 15 jam lalu
0
thumb
Tunggu November, Jokowi Tak Mau Langsung Jadi Ketua Dewan Pembina PSI
• 13 jam lalu
0
thumb
ESDM Tindak Penimbunan 400 Ribu Liter Solar Saat Jawa Timur Dilanda Antrean BBM
• 22 jam lalu
0
thumb
Api di Gunung Ciremai Belum Padam Total, Petugas Siaga hingga Malam
• 3 jam lalu
0
thumb
Berobat kini Bisa Akses Layanan Kesehatan dalam Satu Genggaman
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.