Bruno Guimarães mengakui pengalaman sulit tidurnya saat mengambil keputusan meninggalkan Newcastle United pada bursa transfer musim panas lalu. Dikutip dari laporan ESPN, pemain berusia 28 tahun tersebut memutuskan pindah ke London Utara dengan nilai transfer mencapai 75 juta poundsterling. Kepindahan ini terjadi di tengah periode krusial Newcastle United yang juga kehilangan manajer Eddie Howe serta beberapa pemain kunci lainnya.
Manajemen Newcastle United sebenarnya enggan melepas sang kapten, namun sang pemain mendorong kepindahannya demi mencari tantangan baru. Proses kepindahan tersebut meninggalkan kesan mendalam karena hubungan erat yang telah terjalin selama hampir lima tahun di St James Park.
Keputusan Berat dan Kenangan Manis di NewcastleGuimarães menegaskan bahwa keputusannya berpisah dengan klub berjuluk The Magpies merupakan salah satu langkah tersulit sepanjang hidupnya. Ia merasa telah memberikan seluruh kemampuan terbaiknya selama membela klub tersebut.
“Itu sangat sulit bagi saya karena saya memiliki hubungan luar biasa dengan semua orang di Newcastle,” kata Guimarães setelah laga imbang Arsenal melawan Bayern Munich.
“Saya kehilangan banyak malam tanpa tidur karena hal itu sangat sulit bagi saya dan keluarga saya,” tambahnya. Selama waktunya di sana, ia berhasil membawa klub meraih trofi domestik pertama dalam 70 tahun saat menjuarai Carabao Cup 2025.
Momen Perpisahan Emosional dengan Rekan TimKepindahan sang pemain bertepatan dengan perubahan besar di internal klub yang menyaksikan beberapa nama besar pergi. Selain dirinya, pemain seperti Anthony Gordon dan Sandro Tonali juga meninggalkan klub.
Guimarães menceritakan betapa emosionalnya momen ketika ia harus berpamitan kepada manajer Eddie Howe dan para pemilik klub. Suasana haru tak terelakkan ketika ia menyampaikan salam perpisahan di ruang ganti.
“Ketika saya mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan, saya menangis dan mereka juga menangis karena kami sudah seperti keluarga di sana,” ungkap gelandang asal Brasil tersebut.
Adaptasi dan Ambisi Bersama Mikel ArtetaPerjalanan awalnya bersama skuad Meriam London sempat terhambat oleh cedera pangkal paha yang mengganggu. Namun, kini ia telah mencatatkan 13 penampilan dan menjadi starter dalam laga berturut-turut di Liga Champions.
Pemain bernomor punggung tersebut juga memuji pendekatan taktis manajer Mikel Arteta yang sangat mendetail dalam mempersiapkan tim. Ia menilai sang pelatih memiliki kecanduan positif terhadap analisis video demi meningkatkan performa pemain.
“Dia selalu sedikit kecanduan video dan cara agar kami bisa merasa lebih baik di lapangan,” puji Guimarães mengenai etos kerja sang pelatih. Kini ia bertekad membawa klub barunya meraih seluruh trofi yang dimungkinkan.






Komentar (0)