Kapolri: Pengungkapkan Kasus 1 Ton Narkoba Kado Terindah 2 Tahun Prabowo-Gibran!

rctiplus.com
13 jam lalu
Cover Berita
Kapolri: Pengungkapkan Kasus 1 Ton Narkoba Kado Terindah 2 Tahun Prabowo-Gibran!Nasional | okezone | Jum'at, 23 Oktober 2026 - 14:41

JAKARTA - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut, pengungkapan kasus kapal tanker pembawa narkoba ketamine 1,16 Ton merupakan kado terindah untuk pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Dan ini jadi kado terindah untuk 2 tahun pemerintahan pak Prabowo dan pak Gibran," kata Suyudi dalam jumpa pers di Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).

Suyudi menjelaskan, dalam setiap kesempatan, Presiden Prabowo selalu menyampaikan pesan agar seluruh aparat penegak hukum untuk bersatu padu demi mencegah pihak yang ingin mengedarkan narkoba ke Indonesia.

"Kita harus selalu kuat bersatu padu intuk bisa mengungkap kejahatan-kejahatan para pelaku yang ingin menyelundupkan barang barang terlarang ke Indonesia," ujar Suyudi.

Suyudi menjelaskan, dalam penangkapan ini, aparat melakukan pemantauan beberapa bulan sebelumnya akhirnya kapal tanker tersebut ditangkap.

"Nah, kita memang seperti itu, kita selalu menganalisa kapal itu tidak sebentar, 3 bulan, paling sebentar 6 bulan," ujar Suyudi.

Baca Juga:Bongkar Bisnis Arang Bakau Ilegal, Polda Riau Sita Kapal dan 10 Ton Muatan

Pada September 2026, kata Suyudi, kapal tersebut berangkat dari tempat docking yaitu di Pasir Gudang, Johor, Malaysia. Menuju perairan Andaman, Thailand.

"Rutenya dilalui adalah dari Pasir Gudang menuju Portland untuk melakukan bunker atau mengisi air dan BBM. Setelah beberapa hari di Portland, kapal melanjutkan pelayaran menuju laut adaman untuk melakukan ship to ship guna menerima muatan ketamine," ucap Suyudi.

 

Terkait hal itu, kata Suyudi, modus tersebut kerap dilakukan para penyelundup narkoba khususnya yang melakukan pengiriman melalui jalur laut.

"Nah, inilah Bapak Ibu sekalian, modus para penyelundup itu seperti itu, mereka datang dari beberapa negara, kadang dari wilayah-wilayah laos dan sebagainya, kemudian mengadakan transaksi laut adaman atau juga bisa selat malaka ship to ship dari kapal ke kapal," papar Suyudi.

"Ada kapal membawa barang, ada yang menerima, begitu abis nanti diisi lagi, terus aja begitu," pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ungkap Perusahaan Asing Penyebab Karhutla 19 Kali Melanggar
• 20 jam lalu
0
thumb
Asuransi Fleksibel Jadi Alternatif Perlindungan Sesuai Kebutuhan Konsumen
• 5 jam lalu
0
thumb
Taiwan Lumpuh, Hampir 1.000 Penerbangan Dibatalkan Akibat Topan Champi
• 11 jam lalu
0
thumb
Barantin Buka Klinik Ekspor di Seluruh Provinsi, Bantu UMKM Tembus Pasar Global Lewat Pendampingan Karantina
• 11 jam lalu
0
thumb
GWM Dipangkas, BNI (BBNI) Siap Genjot Kredit Produktif
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.