Kasus Pneumonia di RSUD Jombang Tembus 1.056 Pasien, 90 Meninggal Dunia

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jombang, tvOnenews.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang mencatat 1.056 pasien pneumonia menjalani perawatan sejak Januari hingga Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 90 pasien meninggal dunia dengan mayoritas memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang memperberat kondisi kesehatannya.

“Mulai Januari sampai Oktober ini ada sekitar 1.056 orang yang kita rawat dengan pneumonia. Dari jumlah tersebut sebanyak 90 orang meninggal dunia. Rata-rata memiliki komorbid yang memperberat penyakitnya,” jelas Direktur RSUD Jombang dr. Pudji saat dikonfirmasi, Jumat (23/10). 

Penyakit penyerta tersebut dapat membuat kondisi pasien lebih kompleks sehingga membutuhkan penanganan medis secara intensif. Karena itu, pasien dengan gangguan kesehatan yang sudah ada sebelumnya perlu mendapat perhatian lebih ketika mengalami keluhan pernapasan.

Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran mengatakan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) banyak ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan di tengah kondisi cuaca ekstrem. Panas terik, angin kencang, dan banyaknya debu diduga turut memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.

Menurut dr. Pudji peningkatan kasus pneumonia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit terjadi dalam satu hingga dua bulan terakhir. Sejumlah pasien yang sebelumnya mendapat penanganan di fasilitas kesehatan tingkat pertama harus dirujuk ke RSUD Jombang setelah kondisinya memburuk.

“Di tengah cuaca yang begitu ekstrem, panas terik, angin kencang, debu yang begitu banyak, keluhan infeksi saluran pernapasan banyak ditemukan di fasilitas kesehatan,” ujar dr. Pudji.

Hingga Selasa (20/10) RSUD Jombang masih merawat delapan pasien pneumonia. Mereka terdiri atas tujuh pasien dewasa dan satu pasien anak. Meski masih menjalani perawatan kondisi kedelapan pasien tersebut dilaporkan mulai stabil dan masih dalam proses pemulihan.

Data tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca ekstrem yang disertai panas terik, angin kencang, dan debu. Masyarakat diimbau menjaga kesehatan dan memperhatikan kondisi tubuh, terutama ketika mengalami keluhan pada saluran pernapasan.

Apabila keluhan pernapasan memburuk atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis agar memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. (roi/ias)

 

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Drama di Parepare! PSM Menang, Persebaya Buang Dua Peluang Emas dari Titik Putih
• 23 jam lalu
0
thumb
Penampakan Kota Berubah Jadi "Danau" Usai Hujan Deras Mendadak
• 19 jam lalu
0
thumb
BNPB kerahkan 38.772 personel tangani karhutla di Kalimantan
• 14 jam lalu
0
thumb
Catat! Ini Daftar Kota Tayang Film Dokumenter Timnas Indonesia The Longest Wait
• 2 jam lalu
0
thumb
Karhutla Dekati Pemukiman Warga, Satu Rumah di Barito Kuala Terbakar
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.