Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, buka suara terkait lima konsesi pertambangan di Indonesia yang memiliki nilai cadangan mineral (proven reserves) diperkirakan mencapai Rp 5.400 triliun.
Penemuan tersebut diungkapkan Presiden Prabowo Subianto saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2025, Kamis (22/10).
Bahlil menyebutkan lima Izin Usaha Pertambangan (IUP) tersebut tersebar di berbagai daerah, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Papua. Ia diminta untuk mengevaluasi lebih lanjut temuan tersebut.
"Oh, itu ada di NTB. Kemudian ada juga di Papua, ada beberapa daerah lagi, saya lupa. Tapi ada lima yang diminta untuk dievaluasi," katanya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/10).
Bahlil menyebutkan, kelima konsesi pertambangan itu memiliki cadangan mineral tembaga dan emas. "Tembaga sama emas," ujarnya singkat.
Sebelumnya, Prabowo meminta agar konsesi pertambangan tidak mudah dilego kepada perusahaan-perusahaan. Dia mendapatkan laporan terdapat lima IUP di Indonesia dengan cadangan mineral jumbo berdasarkan perhitungan Joint Ore Reserves Committee (JORC).
"Sebagai contoh, baru saja saya menerima laporan bahwa ada lima konsesi, lima IUP, dari sekian ratus IUP, lima IUP memiliki cadangan proven, yang didasarkan atas studi cadangan JORC namanya, nilainya itu Rp 5.400 triliun, 300 miliar dolar (AS) lima konsesi," kata Prabowo.
Dari temuan di lima area konsesi itu, Prabowo yakin Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Oleh karena itu, kekayaan negara harus segera dikuasai agar tidak jatuh kepada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
"Kita tidak boleh terlalu mudah membagi-bagi konsesi. Jadi kita harus teliti, yang kita percayakan konsesi itu, dia benar punya kemampuan atau tidak untuk menjalankan. Masalahnya, banyak konsesi kita berikan, puluhan tahun tidak dikerjakan," ungkapnya.






Komentar (0)