Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping telah memerintahkan upaya pencarian dan penyelamatan habis-habisan bagi mereka yang hilang setelah gempa bumi 7,0 Magnitudo.
Gempa itu mengguncang sebuah wilayah di Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya, pada Kamis 22 Oktober 2026 malam waktu setempat. Xi juga memerintahkan pemberian perawatan medis segera bagi korban luka.
Baca Juga :
Gempa Bumi 7,0 Magnitudo di Tibet Tewaskan 18 OrangSebelumnya, setidaknya 16 orang tewas setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang Dataran Tinggi Tibet.
“Sebanyak 32 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan 11 di antaranya menderita luka serius,” demikian dilaporkan China Central Television (CCTV), seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 23 Oktober 2026
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa 339 rumah telah runtuh. Otoritas setempat di Tibet telah mengerahkan lebih dari 300 petugas kepolisian untuk membantu operasi penyelamatan yang sedang berlangsung.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa tersebut terjadi sekitar 191 km di sebelah timur-timur laut Nagqu, Tibet, pada 22 Oktober sekitar pukul 22.33 waktu setempat. Gempa ini kemudian diikuti oleh gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,2.
Dataran Tinggi Tibet telah mengalami beberapa gempa bumi besar sejak tahun 1900. USGS mencatat 29 gempa bumi dengan kekuatan di atas magnitudo 7,0 "di dalam Dataran Tinggi Tibet dan sepanjang wilayah di sekitarnya" selama periode tersebut. Gempa paling dahsyat terjadi pada tahun 1950 dengan kekuatan magnitudo 8,6, yang menewaskan lebih dari 4.000 orang.
Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok telah mengaktifkan tanggap darurat nasional Tingkat IV dan mengirimkan kelompok kerja ke wilayah yang terdampak. Kawasan di sekitar pusat gempa, yang berpenduduk jarang, memiliki ketinggian rata-rata sekitar 4.800 meter.





Komentar (0)