Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan sekitar 80 persen perusahaan produksi film Indonesia berada di Jakarta. Besarnya konsentrasi perusahaan tersebut menjadi salah satu potensi yang ingin dikembangkan pemerintah daerah untuk memperkuat posisi Jakarta dalam industri perfilman.
"Kami tidak ingin hanya menjadi tempat untuk menonton film. Kami ingin Jakarta menjadi tempat untuk menonton film kreatif," ungkap Pramono dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026,
Pramono juga menyinggung dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan perfilman, termasuk pengurangan biaya sebesar 50 persen.
Selain dukungan bagi industri film, Pemprov DKI berupaya menyediakan fasilitas untuk mempertemukan pelaku kreatif dan membuka peluang kolaborasi. Salah satunya melalui Jakarta Creative Hub, tempat pengusaha dan pekerja kreatif dapat memperoleh ruang kerja, peralatan, pelatihan, serta kesempatan untuk berkolaborasi. Pemerintah juga menghadirkan Creative Future Labs untuk mempertemukan kreator muda, bisnis kecil, industri, dan komunitas.
Pramono menilai peran pemerintah bukan menentukan seluruh arah kreativitas, melainkan membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan para pelakunya.
"Kreatif muda tidak selalu membutuhkan pemerintah untuk memberitahu mereka apa yang harus dilakukan. Mereka membutuhkan pemerintah yang mendengar, menghilangkan barier, dan membantu mereka bergerak ke depan," katanya.
Baca Juga :
Sumbang 9,5% Investasi Nasional, Sektor Ekonomi Kreatif Masih Hadapi Tantangan BeratPengembangan ekonomi kreatif Jakarta juga diarahkan pada pemanfaatan kawasan kota. Pramono mencontohkan Blok M yang berkembang menjadi salah satu destinasi populer, khususnya bagi anak muda, melalui aktivitas musik, bisnis lokal, dan komunitas kreatif.
Popularitas Blok M menunjukkan bagaimana sebuah kawasan dapat berkembang menjadi ruang berkumpul sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha. Pramono ingin pendekatan serupa turut memperkuat karakter kreatif di kawasan lain.
"Saya percaya bahwa jika kita ingin Jakarta menjadi rumah kreatif, kita harus memberi orang ruang kreatif, bertemu, dan berkolaborasi," ujarnya.
Selain Blok M, Pramono menyebut Pasar Baru, kawasan Pecinan atau Glodok, dan Kota Tua sebagai wilayah yang ingin dikembangkan dengan karakter masing-masing. Pengembangan kawasan tersebut juga berkaitan dengan integrasi transportasi, ruang komersial, dan fasilitas publik.
Ia berharap pengembangan ruang kota dapat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk beraktivitas, berkumpul, dan menjalankan usaha.
“Saya percaya bahwa jika kita ingin Jakarta menjadi rumah kreatif, kita harus memberi orang ruang kreatif, bertemu, dan berkolaborasi,” ucapnya. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Pramono Ingin Jakarta Jadi Rumah Kreatif, Perusahaan Film hingga Kreator Muda Disorot Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/aNr1yd6K-pramono-ingin-jakarta-jadi-rumah-kreatif-perusahaan-film-hingga-kreator-muda-disorot
(ANN)






Komentar (0)