KPK Panggil Bos PT Bela Parahiyangan Terkait Suap HGB di ATR/BPN

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

KPK memanggil jajaran petinggi PT Bela Parahiyangan terkait dugaan kasus suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN di wilayah Bogor. Jajaran petinggi PT Bela Parahiyangan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi.

"Saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN di wilayah Bogor," jelas Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).

Budi belum menjelaskan terkait materi pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel). Berikut para saksi yang diperiksa:
1. Ryan Brasali - Direktur PT Bela Parahyangan Investindo
2. ⁠Yunan Mahastra Satria - Manager Humas PT Bela Parahyangan Investindo
3. ⁠Ari Awan Nuryatmi - Manager Legal PT Bela Parahyangan Investindo
4. ⁠Evelin Lili - Manager Accounting PT Bela Parahyangan Investindo
5. ⁠Albertus Pratomo - Direktur Utama PT Bela Parahyangan Investindo

Baca juga: Kasus Suap ATR/BPN, KPK Sita Berkas HGB Saat Geledah Bela Parahiyangan

Sebelumnya, KPK telah menggeledah kantor PT Bela Parahiyangan di Kabupaten Bandung Barat terkait dugaan suap hak guna bangunan pada lingkungan Kementerian ATR/BPN. Hasilnya, KPK menyita dokumen perpanjangan hak guna bangunan.

"Barang bukti yang diamankan dalam penggeledahan kemarin di antaranya dokumen perpanjangan HGB ke Kementerian ATR/BPN," ungkap jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (30/9).

Penggeledahan di kantor PT Bela Parahiyangan dilakukan KPK Selasa (29/9). Penggeledahan dilakukan lantaran penyidik menduga PT Bela Parahiyangan memberikan sejumlah uang ke pihak di Kementerian ATR/BPN terkait pengurusan HGB.

"Pihak Bela Parahiyangan, yang merupakan salah satu pihak swasta, diduga juga memberikan sejumlah uang kepada oknum di Kementerian ATR/BPN dalam pengurusan HGB," jelas Budi, Selasa (29/9).

Baca juga: KPK Geledah Bela Parahiyangan di Bandung Barat Terkait Suap HGB ATR/BPN

Budi menjelaskan, terkait PT Bela Parahiyangan, proses suap yang dilakukan menyerupai yang dilakukan oleh PT Summarecon Agung Tbk.

"Ini positioning-nya mirip dengan PT Summarecon Agung Tbk," tutur Budi.




(kuf/yld)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hindari Cuaca Buruk di Phillip Island, MotoGP Pertimbangkan Ubah Jadwal Grand Prix Australia 2026 Akhir Pekan InI
• 22 jam lalu
0
thumb
Pembukaan Abdidaya Ormawa 2025 Dihadiri 2500 Mahasiswa, UMI Tuan Rumah
• 11 jam lalu
0
thumb
Berkas Barbuk! Usai Sidang Saksi Dumatno, Dokter Tifa Tunjukkan Sejumlah Foto Jokowi
• 8 jam lalu
0
thumb
OJK Perketat Standar Perusahaan yang Hendak IPO
• 20 jam lalu
0
thumb
Free Float Jadi Ganjalan, Ini Upaya Lionmesh (LMSH) Keluar dari Suspensi
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.