Pemerintah menegaskan bahwa Singapura dan Malaysia bukanlah pihak yang harus dianggap sebagai musuh Indonesia dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Hariqo Wibawa Satria, menyebut persoalan utama justru terletak pada keserakahan yang mendorong praktik pembakaran hutan dan lahan.
Hariqo mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa musuh yang harus dilawan bukan negara tertentu, kelompok masyarakat, ataupun pengusaha secara keseluruhan, melainkan praktik yang disebut sebagai 'serakahnomics'.
Baca Juga: Prabowo: Beberapa Negara Hina Karhutla Padahal Perusahaannya Terlibat, Nanti Kita...
"Lawan kita bukan pengusaha, lawan kita bukan orang-orang kaya, lawan kita bukan Singapura, lawan kita bukan Malaysia. Lawan kita bukan kelompok A, kelompok B. Lawan kita bukan siapa pun," kata Hariqo dalam acara dialog nasional refleksi 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (23/10/2026).
"Presiden Prabowo sudah menegaskan lawan kita siapa? Serakahnomics. Lawan kita adalah serakahnomics," sambung dia.
Menurut Hariqo, Indonesia memiliki hubungan persahabatan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, termasuk Singapura dan Malaysia. Karena itu, persoalan karhutla tidak semestinya membuat hubungan antarnegara maupun masyarakat di kawasan menjadi sasaran permusuhan.
"Kita satu rumpun. Kita tidak ada masalah dengan rakyat Malaysia. Kita nggak ada masalah dengan rakyat Singapura, rakyat Thailand. Presiden sejak awal sudah menegaskan musuh kita adalah serakah, keserakahan," ujarnya.
Baca Juga: Penasihat Presiden Heran Singapura-Malaysia Baru Kritik Karhutla: Kenapa Tidak dari Dulu?
Hariqo menegaskan, pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban adalah perusahaan yang terbukti membakar hutan dan lahan demi kepentingannya sendiri. Ia menyebut, hingga saat ini sudah ada 230 orang dan belasan korporasi yang menjadi tersangka dalam kasus karhutla.
Di tengah penanganan kebakaran yang melanda Kalimantan dan Sumatera, Hariqo menyatakan optimistis pemerintah mampu mengatasi persoalan tersebut dengan sumber daya yang dimiliki. Ia juga menyampaikan harapan agar masyarakat di wilayah terdampak tetap sehat.
"Kita optimis dengan seluruh sumber daya yang kita miliki, kita mampu untuk memadamkan api di Kalimantan dan Sumatera. Kita terus berdoa mudah-mudahan saudara-saudara kita yang di Kalimantan dan di Sumatera dalam keadaan sehat," ungkap Hariqo.
Lebih lanjut, Hariqo menegaskan pemerintah akan terus berpihak kepada masyarakat yang terdampak karhutla. Ia mengungkapkan, kondisi warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun sesak napas akibat dampak kebakaran menjadi perhatian serius bagi pemerintah.
Menurutnya, penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga melindungi masyarakat dari dampak kesehatan yang ditimbulkan. Pemerintah, kata Hariqo, akan terus berupaya mendampingi warga yang menghadapi situasi tersebut.






Komentar (0)