Malaysia, VIVA - Chairman sekaligus Presiden Chery, Yin Tongyue, menyampaikan permintaan maaf atas masalah kualitas kendaraan yang dialami perusahaan di Malaysia. Pernyataan tersebut muncul setelah Chery Omoda 5 kembali menjadi sorotan karena bagian gardan belakangnya dilaporkan terlepas dari kendaraan.
Ia menyampaikan permintaan maaf tersebut dalam ajang World Intelligent Connected Vehicles Conference (WICV). Ia mengakui Chery menghadapi persoalan kualitas produk di Malaysia dan menyebut telah meminta maaf secara langsung kepada Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia.
Yin mengatakan Chery mengambil tanggung jawab atas persoalan yang dialami konsumennya. Ia juga menekankan bahwa ekspansi ke pasar luar negeri tidak boleh hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi harus dibangun dengan persiapan matang dan komitmen jangka panjang.
"Kami tidak pergi ke luar negeri untuk meraup keuntungan cepat, melainkan untuk membangun pijakan dan mengembangkan pasar tersebut dalam jangka panjang. Kami harus menghormati hukum, peraturan, dan praktik bisnis setempat," kata Yin dikutip VIVA dari Paultan, Jumat (23/10/2026).
Ia mengingatkan bahwa perusahaan yang berekspansi tanpa persiapan memadai berisiko mengalami kegagalan di negara tujuan. Menurutnya, produsen juga perlu menjaga sikap rendah hati dan tidak berlebihan dalam mempromosikan diri ketika memasuki pasar internasional.
Sorotan terhadap Chery di Malaysia kembali menguat setelah sebuah Omoda 5 terlihat mengalami kerusakan pada bagian gardan belakang. Foto dan video kendaraan tersebut beredar di media sosial, memunculkan pertanyaan mengenai kualitas serta keselamatan SUV tersebut.
Departemen Transportasi Jalan Malaysia (JPJ) kemudian mengumumkan penangguhan sementara persetujuan tipe kendaraan atau Vehicle Type Approval (VTA) untuk Omoda 5. Kebijakan ini membuat pendaftaran baru model tersebut dihentikan sampai investigasi teknis selesai dan potensi risiko keselamatan dapat diketahui.
Pada 14 Oktober 2026, Chery mengumumkan pembaruan mengenai program penarikan kendaraan atau recall Omoda 5. Program tersebut mencakup 8.878 unit yang terdiri dari varian C dan H.
Kasus ini bukan kali pertama Omoda 5 menghadapi persoalan pada bagian gardan belakang di Malaysia. Pada 2024, masalah serupa juga dilaporkan setelah sebuah kendaraan mengalami kondisi gardan belakang terlepas. Ketika itu, Chery mengumumkan recall terhadap sekitar 600 unit sebelum JPJ turut mengambil langkah terkait.






Komentar (0)