Jakarta, VIVA – Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk menetap dan dipermanenkan oleh klub Liga Spanyol, Rayo Vallecano, setelah resmi bergabung sebagai pemain pinjaman dari Como 1907 pada deadline day bursa transfer musim panas 2026.
Kendati demikian, harapan penjaga gawang berusia 29 tahun tersebut terancam terganjal lantaran kontrak peminjamannya tidak dibarengi dengan klausul opsi pembelian secara permanen.
Keputusan Como meminjamkan Audero selama satu musim sebelumnya dipicu oleh kedatangan Robert Sanchez dari Chelsea. Meski bergabung di penghujung bursa transfer, pemain kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu langsung mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih Los Franjirrojos.
Debutnya ditandai saat dipercaya tampil sebagai starter melawan klub raksasa Real Madrid di ajang Liga Spanyol 2026-2027. Setelah laga tersebut, jebolan akademi Juventus ini terus diandalkan mengawal mistar gawang El Rayo.
Sejauh ini, Audero tercatat telah mengemas 4 penampilan bersama klub yang berbasis di Vallecas itu, dengan rekor 7 kali kebobolan dan persentase penyelamatan mencapai 68,2 persen per pertandingan.
Kepercayaan besar yang didapatkannya memicu keinginan Audero untuk menyelesaikannya dengan status permanen. Ia mengaku enggan terus-menerus berpindah klub setelah sebelumnya sempat dipinjamkan ke Palermo dan Cremonese pasca-membela Sampdoria dan Como.
"Saya ingin menetap di satu tempat selama beberapa tahun, tetapi sering kali keputusan itu bukan di tangan Anda. Saya menjalaninya selangkah demi selangkah. Sejauh ini, segalanya dimulai dengan baik di sini," ujar Emil Audero, dikutip dari Union Rayo, Jumat (23/10).
Selain faktor kesempatan bermain, kenyamanan keluarga dan suasana kota Madrid menjadi alasan kuat di balik keinginannya bertahan. Menurutnya, Rayo Vallecano merupakan klub tradisional yang bersahaja, penuh gairah, dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan basis pendukungnya.
"Saya senang dengan pilihan yang telah saya buat. Saya tinggal di kota yang indah seperti Madrid, di lingkungan yang sangat mengutamakan keluarga. Ini adalah klub yang sangat bersahaja dan penuh semangat, serta sangat dekat dengan masyarakatnya. Saya merasa sangat nyaman di sini," tambahnya.
Namun, keputusannya untuk menetap kini sepenuhnya berada di tangan manajemen klub. Ketiadaan opsi beli dalam kesepakatan awal mewajibkan pihak Rayo Vallecano untuk membuka negosiasi ulang dan mencapai kesepakatan harga baru dengan Como 1907 pada akhir masa peminjaman mendatang






Komentar (0)