"Satu ekor ayam kampung bisa produksi telur 60 sampai 100 butir per tahun. Rasa daging gurih dan disukai pasar lokal. Cocok untuk usaha kecil, mikro, dan menengah," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/20260.
Hal itu disampaikannya saat penyaluran modal usaha Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Balai Desa Jatiyoso Kecamatan Jatiyoso, Selasa (20/10) yang lalu. Sebanyak 6 kelompok peternak ayam dari sejumlah desa setempat menerima modal usaha masing-masing sebesar Rp 20 juta.
Memelihara ayam kampung, lanjut Sumanto, bisa menggunakan kandang dengan desain minimalis, dan praktis. Komposisinya satu ekor ayam jantan dengan sepuluh betina.
"Awasi dari predator tikus dan biawak," katanya.
Lebih lanjut, Sumanto mengatakan, agar kelompok usaha tak terganjal permodalan, maka peternak harus berpikir bagaimana caranya menekan pengeluaran saat beternak ayam kampung.
"Pikirannya jangan modal tapi sistem. Contoh, kalau memelihara ayam kampung pakai pakan pabrikan semua maka akan habis modal banyak," ujarnya.
Untuk itu, lanjut dia, peternak harus memiliki strategi untuk membuat pakan alternatif. Di mana tak bergantung 100% pada pakan pabrikan.
"Kalau mau untung, pakan jangan beli, tanamlah jagung," tuturnya.
Sumanto mengatakan seekor ayam kampung dewasa dalam satu hari menghabiskan 200 gram jagung. Artinya, bila memiliki lahan kosong, bisa digunakan untuk menanam jagung sebagai salah satu sumber pakan ayam alternatif.
"Untuk kesehatan ayam kampung, sepekan dua kali dikasih kuteja (kunyit temulawak jahe) untuk mencegah virus tetelo atau pileren," imbuh Sumanto.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Karanganyar Sartono turut menyampaikan aspirasi dari warga setempat. Harapannya, penyaluran KUBE tersebut bisa jadi modal untuk beternak ayam kampung petelur bagi peternak kecil.
"Saat ini harga pakan naik terus, sementara telur ayam broiler harganya merosot. Alternatif usaha ayam kampung petelur itu agar peternak kecil tidak di ambang kebangkrutan. Tolong diperjuangkan," katanya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinas Sosial Provinsi Jateng Elliya Chariroh mengatakan modal usaha tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal. Dia berharap, dengan kondisi harga telur ayam broiler yang sedang, tidak membuat peternak berputus asa.
(anl/ega)






Komentar (0)