Aktivitas Turun, Gunung Lewotobi Laki-laki Tetap Status Waspada

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kupang: Aktivitas vulkanis Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan tren penurunan selama periode 1–15 Oktober 2026. Kendati demikian, dinamika fluida dan gas di dalam perut gunung api tersebut dipastikan masih terus berlangsung.

"Penurunan aktivitas terlihat dari menyusutnya sejumlah parameter gempa vulkanis," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman S Boro, melansir Antara, Jumat, 23 Oktober 2026.

Baca Juga :

11 Gunung Api Indonesia Tercatat Erupsi Sepanjang 2026, Ini Daftarnya
Tercatat, gempa vulkanik dalam turun menjadi 65 kejadian dari sebelumnya 92 kejadian pada periode lalu. Gempa frekuensi rendah (low frequency) juga berkurang dari 70 menjadi 44 kejadian, dan gempa harmonik turun drastis dari delapan menjadi hanya dua kejadian. Di sisi lain, gempa embusan sedikit naik menjadi 33 kejadian, sementara tremor non-harmonik mendominasi dengan 282 kejadian.

Secara visual, gunung api terpantau jelas hingga tertutup kabut, dengan asap kawah utama berwarna putih setinggi 50–200 meter di atas puncak. Herman menegaskan, meskipun parameter kegempaan menurun, potensi erupsi belum hilang sepenuhnya mengingat rekaman dinamika fluida masih terus terjadi. Erupsi terakhir gunung ini sendiri tercatat pada 31 Agustus 2026 lalu.

Ilustrasi: Gunung Lewotobi Laki-laki meletus di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-Badan Geologi/aa.

Lebih lanjut, data deformasi hingga pertengahan Oktober 2026 belum menunjukkan indikasi peningkatan tekanan magmatik secara menyeluruh. Alat tiltmeter di Nurabelen bergerak relatif stabil, meski data Global Navigation Satellite System (GNSS) masih memperlihatkan perubahan horizontal yang memerlukan evaluasi lanjutan. Status Waspada dan Ancaman Lahar Hujan Berdasarkan hasil evaluasi visual dan instrumental tersebut, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih ditahan pada Level II atau Waspada. Masyarakat maupun wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.

Selain ancaman letusan, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, khususnya saat curah hujan tinggi melanda kawasan tersebut.

Wilayah-wilayah yang masuk dalam zona siaga lahar hujan meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokengjaya, Boru, Nawakote, dan Nurabelen.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Di Rakor Penggerak HAM, Pigai Minta Pemenuhan Hak Dasar Warga Jadi Prioritas
• 13 jam lalu
0
thumb
Awal Mula Cerita Sesama Anggota DPRD Pekanbaru Bertengkar di Bandara Soetta, Polisi Beberkan Perkembangan Kasusnya
• 2 jam lalu
0
thumb
Kita di Antara Isu Karhutla, Meta dan Algoritma
• 5 jam lalu
0
thumb
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Sebagian Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan
• 9 jam lalu
0
thumb
Survei Voxpol: 63,1% Publik Percaya Pemerintahan Prabowo-Gibran
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.