Ni Made Arianti Putri Raih Perunggu Asian Para Games 2026, Ungkap Peran Penting Guide Runner

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Senyum bangga Ni Made Arianti Putri dan guide runner Guntur Wijanarko usai mempersembahkan medali perunggu dari cabang paratletik 100 meter T12 Asian Para Games 2026 Nagoya, Kamis (22/10/2026). (Sumber: Dok. NPC Indonesia)

KOMPAS.TV — Di atas kertas, capaian Ni Made Arianti Putri di Asian Para Games 2026 di Nagoya memang menurun. Empat tahun lalu di Hangzhou, sprinter tunanetra asal Denpasar, Bali, itu meraih emas 100 meter putri T12.

Kali ini, ia harus puas dengan perunggu. Namun, ada fakta yang membuat perunggu ini tetap bisa disyukuri, yakni catatan waktunya justru lebih cepat dari Hangzhou.

Pada final 100 meter putri T12 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Rabu (21/10/2026) malam, Arianti finis ketiga dengan waktu 12,51 detik. Catatan itu lebih cepat dari 12,52 detik yang membawanya meraih emas di Hangzhou.

Persaingan kali ini memang jauh lebih berat. Emas direbut pelari India, Simran, dengan 12,02 detik sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games, sedangkan perak diraih Hajar Safarzadeh dari Iran (12,30 detik).

“Perasaannya senang sekali. Kebetulan ini Asian Para Games saya yang ketiga. Cuma memang persaingannya sangat-sangat berat,” ujar Arianti saat ditemui usai penyerahan medali di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Kamis (22/10/2026).

Perunggu ini bahkan melampaui harapannya sendiri. Ia menyadari kualitas lawan-lawan yang akan dihadapi pada partai final cukup berat.

“Ternyata masih dikasih kesempatan sama Tuhan, saya dapat perunggu. Saya sangat bersyukur dan sangat bahagia, karena saya juga tidak berekspektasi bakal dapat medali,” tuturnya.

“Rata-rata musuhnya itu memang finalis dari Paralimpiade. Atletik itu olahraga terukur, jadi kita bisa tahu lawan kita seperti apa,” katanya.

Aksi penuh perjuangan sprinter Ni Made Arianti Putri bersama guide runner Guntur Wijanarko saat memacu kecepatan di lintasan final 100 meter T12 Asian Para Games 2026 di Nagoya, Rabu (21/10/2026). (Sumber: Dok. NPC Indonesia)

Tantangan Membangun Chemistry Bersama Guide Runner

Di lintasan, Arianti tidak berlari sendirian. Sebagai atlet kelas T12, ia berlari bersama pemandu (guide runner) Guntur Wijanarko, yang terhubung dengannya lewat tali di pergelangan tangan. Keduanya baru mulai berpasangan secara intens sejak Juli lalu, sekitar tiga bulan sebelum Asian Para Games.

“Juli sudah mulai intens, karena sudah ada tryout-tryout di luar. Alhamdulillah mendapatkan waktu yang meningkat,” ungkap Guntur.

Baca Juga: Debut Manis! Atlet 17 Tahun Abdil Majid Sabet Emas 100m Gaya Dada Asian Para Games 2026

Membangun kekompakan dalam waktu singkat bukan perkara mudah. Guntur harus menyesuaikan langkahnya dengan langkah Arianti, yang lebih pendek dibandingkan atlet yang sebelumnya ia dampingi.

“Pastinya perbedaannya dari speed, langkahnya. Untuk Arianti langkahnya lebih pendek. Tetap saya sebagai guide menyesuaikan atlet. Jadi tidak bisa atlet yang menyesuaikan saya,” jelas Guntur.

“Secara teknik, guide itu tidak boleh mendahului atlet. Jadi kalau tidak mendahului atlet, itu sudah bagus,” katanya.

Tantangannya semakin besar karena Guntur sendiri masih aktif sebagai pelari.

“Apalagi kalau cowok dengan cewek, langkah saya dengan langkah atlet itu kan beda. Dan saya saat ini pun masih jadi atlet, masih aktif. Jadi saya harus melatih diri saya sendiri, dan saya juga harus mengantarkan dia menjadi atlet,” ujarnya.

Baca Juga: Boccia Indonesia Raih 3 Medali Emas di Asian Para Games 2026

“Ternyata itu nggak semudah yang dipikirkan, bukan hanya lari bareng. Ternyata perlu banyak strategi dan teknik yang harus dibikin,” lanjut Guntur.

“Kita setiap hari harus berdampingan sama mereka dan harus tahu kesehatan mereka, kegiatan mereka seperti apa. Yang terutama, nutrisinya harus selalu dijaga, agar tubuh selalu fit,” tutur Guntur.

Kunci Sukses, Mental Positif, dan Dedikasi untuk Indonesia

Bagi Arianti, kunci bertahan di level atas adalah tujuan yang jelas dan hati yang ikhlas. Pikiran positif, kata Arianti, adalah pesan yang selalu diingatkan sang pemandu.

“Kalau kita sudah punya tujuan, pasti ada yang harus kita capai. Yang kedua itu ikhlas. Ikhlas menghadapi semua programnya, ikhlas kalau sewaktu-waktu Tuhan belum memberikan waktunya juara, ikhlas harus belajar lagi. Sama yakin sama diri sendiri,” katanya.

“Mas Guntur bilang harus selalu positif, karena semua itu pengaruhnya kembali dari pikiran. Harus bahagia selalu, harus jadi diri sendiri,” ujarnya.

Perunggu ini ia persembahkan untuk Indonesia dan orang-orang yang mendukungnya.

“Pertama buat Indonesia, karena kita diberikan kepercayaan. Yang kedua, untuk semua orang yang sudah mendoakan kita. Dan untuk orang tua saya di rumah, keluarga, dan pelatih-pelatih saya yang tidak pernah berhenti melatih saya sampai di titik ini,” ucap Arianti.

Menatap Target Baru Menuju Paralimpiade Los Angeles 2028

Kini, Arianti dan Guntur menatap target yang lebih besar, yaitu Paralimpiade Los Angeles 2028. Ia juga menitipkan pesan untuk para atlet muda.

“Ingin Paralimpiade lagi, karena kan sudah pernah merasakan. Pengen remedial lah di sana, biar waktunya lebih bagus, lebih siap lagi, dan dapat persiapan lebih panjang,” tutur Arianti.

“Tentukan tujuan, arahnya mau ke mana. Kalau kalian belum juara, artinya mungkin di lain waktu Tuhan akan berikan yang lebih baik. Dan ingat selalu berdoa dan bersyukur,” jelas dia.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Shitra-Cahaya-Purnama

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Ni Made Arianti Putri
  • Perunggu
  • Asian Para Games 2026
  • Advertorial
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sopir Rombongan Suporter PSS Sleman yang Kecelakaan di Tol Madiun Jadi Tersangka
• 8 jam lalu
0
thumb
Indonesia Bersiap Masuk Era Nuklir, PLTN Ditargetkan Beroperasi 2032, Ini Rencana Besarnya
• 5 jam lalu
0
thumb
Baru Debut Global, iCar V25 Masuk Indonesia Tahun Depan
• 7 jam lalu
0
thumb
Ada Fenomena Hunter’s Moon 26 Oktober Mendatang, Ini Kata BMKG
• 3 jam lalu
0
thumb
OJK Jatuhkan Denda Total Rp2,52 Triliun kepada Ratusan Pelanggar Hukum Pasar Modal
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.