Pantau - Ketua Kontingen Indonesia atau Chef de Mission (CdM) Reda Manthovani optimistis tim Merah Putih mampu menembus delapan besar klasemen medali Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah memperkecil selisih perolehan medali dengan Kazakhstan yang berada di peringkat kedelapan.
Hingga Kamis (22/10/2026), Indonesia masih menempati posisi kesembilan klasemen sementara dengan mengoleksi 10 medali emas, 11 perak, dan 31 perunggu atau total 52 medali.
Sementara itu, Kazakhstan berada satu tingkat di atas Indonesia dengan raihan 10 emas, 13 perak, dan 19 perunggu.
Kedua negara memiliki jumlah medali emas yang sama, tetapi Indonesia masih tertinggal dua medali perak dalam persaingan menuju delapan besar.
Reda menilai peluang Indonesia untuk naik peringkat masih terbuka karena sejumlah atlet Merah Putih dijadwalkan tampil dalam pertandingan perebutan medali pada Jumat (23/10/2026).
"Bisa sepuluh besar, bahkan nomor delapan bisa. Kalau melihat dari sini (perolehan medali), nomor delapan bisa ini, apalagi karena bulu tangkis belum main," kata Reda di markas kontingen Indonesia di Nagoya, Kamis (22/10/2026) malam.
Empat Finalis Para Bulu Tangkis Jadi Andalan IndonesiaReda Manthovani mengungkapkan bahwa cabang olahraga para bulu tangkis menjadi salah satu tumpuan Indonesia untuk menambah medali emas.
Sebanyak empat wakil Indonesia dijadwalkan tampil pada pertandingan final para bulu tangkis, Jumat (23/10/2026).
Peluang tambahan emas dari cabang tersebut menjadi alasan Reda optimistis Indonesia mampu memperbaiki posisi klasemen.
"Kenapa saya optimistis? Karena bulu tangkis belum main. Kita berdoa saja ya, besok bulu tangkis main empat finalis," ujarnya.
Selain para bulu tangkis, Indonesia masih memiliki peluang menambah medali dari cabang boccia, para atletik, dan para renang.
Tambahan medali emas menjadi faktor penting bagi Indonesia untuk melewati Kazakhstan dalam klasemen sementara.
Dengan koleksi emas yang sama, persaingan kedua negara masih ditentukan oleh jumlah medali perak apabila tidak ada perubahan pada perolehan emas.
Indonesia Tambah 14 Medali dalam Sehari, Dua Emas dari Renang dan Tenis MejaOptimisme Reda muncul setelah kontingen Indonesia berhasil menambah 14 medali pada pertandingan Kamis (22/10/2026).
Tambahan tersebut terdiri atas dua medali emas, tiga perak, dan sembilan perunggu dari sejumlah cabang olahraga.
Dua medali emas dipersembahkan Abdil Majid Rahman dari cabang para renang serta pasangan Barce Layaba dan Leli Marlina dari para tenis meja.
Abdil Majid Rahman menjadi yang tercepat pada nomor 100 meter gaya dada putra SB7 dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik.
Sementara itu, pasangan Barce Layaba/Leli Marlina merebut emas setelah mengalahkan wakil Korea Selatan Moon Sunghye/Kim Younggun dengan skor 3-1.
Pasangan Indonesia sempat kehilangan gim pertama dengan skor 6-11 sebelum bangkit dan memenangi tiga gim berikutnya dengan skor 11-7, 11-8, dan 11-3.
Kemenangan tersebut menambah koleksi medali emas Indonesia sekaligus memperkuat peluang untuk naik ke posisi delapan besar.
Maulana Rifky dan Mutiara Cantik Sumbang Medali PerakSelain dua emas, Indonesia juga meraih tiga medali perak pada pertandingan Kamis (22/10/2026).
Maulana Rifky Yavianda menyumbangkan medali perak dari cabang para renang nomor 50 meter gaya bebas putra.
Perenang Indonesia tersebut menyelesaikan pertandingan final dengan catatan waktu 25,51 detik dan menempati posisi kedua.
Medali perak lainnya diraih Mutiara Cantik Harsanto dari nomor 100 meter gaya dada putri SB9.
Sementara itu, pasangan Ken Swagumilang dan Teodora Audi Ayudia Ferelly menyumbangkan medali perak dari nomor compound beregu campuran para panahan.
Kontingen Indonesia juga memperoleh sembilan medali perunggu dari berbagai cabang olahraga.
Sebanyak lima perunggu berasal dari para bulu tangkis, sedangkan para atletik menyumbangkan dua perunggu.
Dua medali perunggu lainnya masing-masing diraih dari cabang para renang dan para angkat berat.
Tambahan 14 medali tersebut membuat Indonesia semakin mendekati Kazakhstan dalam persaingan klasemen Asian Para Games 2026.
Jendi Pangabean Berpeluang Tambah Emas dari Para RenangIndonesia juga mengandalkan perenang Jendi Pangabean untuk menambah koleksi medali emas pada pertandingan Jumat (23/10/2026).
Jendi dijadwalkan tampil pada nomor 100 meter gaya punggung putra klasifikasi S9.
Koordinator Pelatih Para Renang Indonesia Agni Herarta Anindya Satria berharap Jendi mampu memberikan penampilan terbaik dalam pertandingan tersebut.
Namun, Jendi diperkirakan menghadapi persaingan dari perenang Jepang Taiyo Kawabuchi dan wakil Iran Abolfazl Zarif Pouresmaeilyazdi.
"Sesuai ranking, kita harapkan Jendi bisa memenuhi targetnya untuk menjadi yang terbaik," kata Agni.
Peluang tambahan emas dari Jendi menjadi salah satu harapan Indonesia untuk memperbaiki posisi klasemen menjelang berakhirnya Asian Para Games 2026.
Indonesia Lampaui Target Medali Pemerintah di Asian Para Games 2026Kontingen Indonesia telah melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah dalam Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan Indonesia meraih tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu.
Hingga Kamis (22/10/2026), Indonesia telah mengumpulkan 10 emas, 11 perak, dan 31 perunggu.
Dengan demikian, Indonesia telah melampaui target pemerintah sebanyak tiga medali emas, tiga perak, dan 14 perunggu.
Meski target perolehan medali telah terlampaui, kontingen Merah Putih masih berupaya meningkatkan posisi dalam klasemen akhir.
Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berakhir pada Sabtu (24/10/2026).
Pertandingan final para bulu tangkis serta peluang medali dari para renang, boccia, dan para atletik menjadi kesempatan terakhir Indonesia untuk mengejar posisi delapan besar.





Komentar (0)