Jakarta: Langkah PT ASDP Indonesia Ferry dalam penanganan kebakaran KMP Batumandi telah dilakukan secara tepat. Sebab, penanganan mengutamakan keselamatan penumpang.
"Penanganan insiden kapal terbakar tidak dapat dinilai hanya dari kondisi akhir kapal, tetapi harus dilihat secara menyeluruh berdasarkan prioritas penyelamatan jiwa, keamanan pelayaran, mitigasi risiko lingkungan, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan investigasi," kata Koordinator Komunitas Pengguna Kapal Penyeberangan Nusantara (KPK-PN) Maruly Hendra Utama dikutip dari Antara, Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurut KPK-PN, keselamatan pengguna jasa menjadi prioritas utama dalam setiap kejadian pelayaran. Sehingga tindakan ASDP yang mengikuti prosedur darurat dinilai sudah sesuai ketentuan.
Maruly menilai, langkah tanggap darurat yang dilakukan ASDP menunjukkan pentingnya pengambilan keputusan yang mempertimbangkan berbagai risiko secara bersamaan. Dalam situasi kebakaran kapal, keputusan yang terburu-buru justru dapat menimbulkan persoalan baru apabila tidak memperhitungkan kondisi kapal, keselamatan awak dan penumpang, serta dampaknya terhadap aktivitas pelabuhan.
Dalam situasi darurat seperti kebakaran KMP Batumandi, ukuran paling mendasar adalah bagaimana keselamatan jiwa diprioritaskan dan risiko lanjutan dikendalikan. Penanganan tidak cukup hanya memadamkan api, tetapi juga harus memperhitungkan keamanan alur pelayaran, potensi pencemaran laut, kondisi kapal, dan kebutuhan investigasi.
Baca Juga :
Penyeberangan Pelabuhan Merak Beroperasi Normal Pasca-tenggelamnya KMP Batumandi"Dari perspektif itu, langkah-langkah tanggap darurat ASDP patut diapresiasi,” ujar Maruly.
Insiden kebakaran KMP Batumandi terjadi di alur masuk Pelabuhan Merak, Banten. ASDP bersama Kementerian Perhubungan langsung melakukan koordinasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Maruly melihat langkah ASDP dalam mengamankan penumpang, melakukan pendataan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko setelah kejadian tersebut.
Selain penanganan keselamatan, ASDP memastikan operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak tetap berjalan dengan pengaturan layanan, agar aktivitas transportasi masyarakat tidak mengalami gangguan berarti.
Maruly menilai pengelolaan kondisi pascakejadian menunjukkan pentingnya sinergi antara operator kapal, regulator, dan lembaga terkait untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan nasional.
KMP Batu Mandi terbakar. Foto: Istimewa.
Dalam proses lanjutan, ASDP turut mendukung langkah pengamanan lokasi kapal serta koordinasi persiapan operasi pengangkatan KMP Batumandi dengan memperhatikan aspek keselamatan pelayaran.
Maruly juga mengapresiasi upaya ASDP dalam memastikan hak-hak penumpang tetap diperhatikan melalui koordinasi bersama Kementerian Perhubungan, Jasa Raharja, dan pihak asuransi terkait.
Pemenuhan hak penumpang tersebut mencakup proses pendataan serta tindak lanjut klaim sesuai ketentuan. Sehingga masyarakat terdampak memperoleh kepastian layanan setelah kejadian berlangsung.
Menurut Maruly, penanganan insiden transportasi laut membutuhkan komunikasi terbuka dan koordinasi cepat. Sehingga, informasi kepada masyarakat tersampaikan secara akurat serta menghindari kesimpangsiuran.
Maruly berharap evaluasi menyeluruh terus dilakukan oleh seluruh pihak terkait guna memperkuat standar keselamatan pelayaran dan meningkatkan kesiapan menghadapi potensi kejadian serupa.





Komentar (0)