REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menargetkan 500 Sekolah Rakyat memiliki gedung permanen selama empat tahun. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
“Ini diharapkan menjadi bagian dari usaha untuk memberikan fasilitas yang cukup agar siswa-siswa menjadi generasi yang mampu ikut berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia,” ucap dia didampingi Wabup Bandung Ali Syakieb saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga
Bertemu Gus Ipul, Bupati Jeje Bahas Keberlanjutan Sekolah Rakyat yang Bakal Bikin Siswanya Tersenyum
182 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi, Gus Ipul Targetkan Punya Gedung Sendiri
Pemkab Mimika Ajak Masyarakat Dukung Program Sekolah Rakyat
Gus Ipul mengatakan proses pembelajaran Sekolah Rakyat telah berjalan dengan baik. Pada 2026, ia mengatakan sejumlah kegiatan belajar mulai menempati gedung permanen yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan. Sejumlah fasilitas tersebut yaitu laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, hingga perangkat pembelajaran berbasis teknologi melalui learning management system (LMS). Ia menyebut Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, termasuk belum pernah mengenyam pendidikan, putus sekolah, dan atau tidak bersekolah. .rec-desc {padding: 7px !important;} Gus Ipul menyebut proses penerimaan siswa mengacu pada kriteria sosial ekonomi, terutama kelompok desil 1 dan desil 2. Selain itu, tidak terdapat tes akademik dalam seleksi awal penerimaan siswa. Sebagai pengganti, ia menyebut siswa mengikuti masa matrikulasi selama lebih dari tiga bulan untuk menyesuaikan kemampuan dan kesiapan belajar. Pendekatan ini diperlukan karena siswa memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda-beda. “Di Sekolah Rakyat memadukan antara pendekatan edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial," kata dia.
Komentar (0)