Bantuan Asing Soal Karhutla, BNPB Berdalih Masih Inventarisasi

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan terdapat sejumlah negara yang menawarkan bantuan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Negara yang disebut telah memberikan tawaran di antaranya Jepang dan Singapura. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bahwa penanganan karhutla membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, pemerintah juga tidak menutup diri dari tawaran bantuan asing dalam penanganan bencana ekologis tersebut.

"Terkait dengan wacana dukungan internasional untuk penanganan karhutla di Indonesia, sejumlah negara telah menawarkan bantuan kepada warga kepada Indonesia di antaranya Jepang dan Singapura," kata dia saat konferensi pers secara daring, Kamis (22/10/2026).

Ia mengaku menghormati setiap tawaran bantuan dari sejumlah negara, khususnya yang telah menyampaikannya langsung kepada pemerintah Indonesia. Namun, pemerintah akan lebih dulu menginventarisasi kebutuhan dalam penanganan karhutla sebelum menerima bantuan asing tersebut. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh pimpinan kita bahwa pemerintah akan menginventarisasi jenis bantuan yang diperlukan agar dukungan dari luar negeri benar-benar tepat guna dan tepat sasaran," kata dia.

Berton menambahkan, pihaknya akan lebih mengarahkan bantuan penanganan karhutla dari luar negeri berupa peralatan dan teknologi. Khususnya alat dan teknologi yang belum dimiliki Indonesia.

Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) mengirimkan tiga helikopter CH-47 Chinook membantu pemadaman karhutla di Kalimantan. - (Kemenhan Jepang)

"Kebutuhan bantuan dari luar negeri lebih diarahkan pada pengadaan alat dan teknologi yang belum dimiliki oleh Indonesia saat ini," ujar dia.

Sebelumnya, pemerintah telah menerima bantuan dari Jepang untuk penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. Bantuan berupa tiga unit helikopter CH-47 Chinook tersebut telah dioperasikan untuk melakukan penanganan karhutla selama sekitar dua pekan, yaitu pada 16-29 September 2026. Selama beroperasi, tiga unit helikopter itu melakukan 40 kali operasi udara dengan menjatuhkan lebih dari 220 ton air.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
MoU Badar Empat Negara Picu Kekhawatiran India Soal Rudal Brahmos
• 10 jam lalu
0
thumb
Ubed Ukir Sejarah! Tembus Semifinal Level Super 750 di French Open 2026
• 58 menit lalu
0
thumb
Kemarin Picu Anker Mengular, Eskalator Stasiun Sudirman Beroperasi Lagi
• 8 jam lalu
0
thumb
DHL Express: Kurir Lebih Nyaman Pakai Mobil Listrik, Tak Mudah Capek
• 11 jam lalu
0
thumb
Rupiah Dibuka Melemah, Sentuh Rp 18.070 per Dolar AS
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.