KLH Catat 11 Daerah Masuk Kategori Udara Berbahaya Jumat Pagi

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kembali merilis data terbaru Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Berdasarkan pantauan di laman resmi KLH pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 07.44 WIB, tercatat 11 daerah di Indonesia masuk dalam kategori udara Berbahaya.

Sebagai informasi, KLH menetapkan lima tingkatan ISPU berdasarkan dampaknya terhadap kesehatan, yakni skor 0–50 (Baik), 51–100 (Sedang), 101–200 (Tidak Sehat), 201–300 (Sangat Tidak Sehat), dan di atas 300 (Berbahaya).

ISPU pada 23 Oktober 2026, pukul 07.44 WIB. Tanda hitam dengan kualitas udara berbahaya. (KLH)

Berikut adalah rincian 11 wilayah dengan kualitas udara terburuk (skor ISPU di atas 300) pada Jumat pagi:

  1. Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ISPU: 4.249 / PM10)
  2. Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah (ISPU: 4.039 / PM10)
  3. Kabupaten Aceh Tengah, Aceh (ISPU: 2.062 / PM10)
  4. Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (ISPU: 1.711 / PM10)
  5. Kota Palembang, Sumatra Selatan (ISPU: 1.333 / PM10)
  6. Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatra Selatan (ISPU: 972 / PM10)
  7. Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah (ISPU: 649 / PM2,5)
  8. Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (ISPU: 603 / PM10)
  9. Kota Prabumulih, Sumatra Selatan (ISPU: 469 / PM2,5)
  10. Kabupaten Muaro Jambi, Jambi (ISPU: 327 / PM2,5)
  11. Kota Jambi, Jambi (ISPU: 314 / PM2,5)

"Tingkat kualitas udara (di wilayah-wilayah tersebut) dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat," tulis peringatan resmi di laman ISPU KLH.

Baca Juga :

Kabut Asap Selimuti Banjarbaru, Operasi Modifikasi Cuaca Dimasifkan
Imbauan Kesehatan bagi Masyarakat Terdampak Menyikapi kondisi ini, masyarakat di wilayah terdampak diimbau disiplin mengikuti pedoman perlindungan kesehatan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan disarankan untuk tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas fisik.

Sementara itu, masyarakat umum sangat diimbau menghindari seluruh aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus keluar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker pelindung polusi seperti N95 atau KN95, serta memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi sekaligus mengurangi risiko peradangan pada saluran pernapasan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNPB Kerahkan Water Bombing dan OMC Padamkan Karhutla Gunung Arjuno-Welirang
• 1 jam lalu
0
thumb
Polda Kalsel Ungkap 18 Kasus Penyelewengan BBM Subsidi, Telusuri Dugaan Mafia
• 1 jam lalu
0
thumb
Kontribusi Ekonomi E-Sports dalam Industri Gim Indonesia Tertinggi di ASEAN
• 21 jam lalu
0
thumb
Video: Emisi Karhutla Indonesia Tertinggi dalam 24 Tahun
• 7 jam lalu
0
thumb
Kritik! Tifa Soroti Soal Jokowi-Bukti Ijazah Tak Dihadirkan di Sidang, Sebut Dian Sandi Biang Keladi
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.