Xizang: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah otonom Tibet di Tiongkok, yang secara resmi disebut oleh Beijing sebagai wilayah otonom Xizang pada Kamis 22 Oktober 2026.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperingatkan adanya potensi kerusakan yang luas.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 183 kilometer dari kota Nagqu di bagian utara wilayah tersebut, pada pukul 22.33 waktu setempat.
“USGS mengeluarkan peringatan kuning terkait risiko korban jiwa akibat guncangan, yang mengindikasikan kemungkinan adanya korban,” sebut laporan dari Anadolu, Jumat 23 Oktober 2026.
Lembaga tersebut juga mengeluarkan peringatan oranye terkait kerugian ekonomi, yang menandakan kemungkinan terjadinya kerusakan signifikan dengan dampak yang bisa meluas.
"Perkiraan kerugian ekonomi kurang dari 1% dari PDB Tiongkok. Peristiwa serupa di masa lalu dengan tingkat peringatan ini memerlukan respons di tingkat regional atau nasional," ungkap USGS.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan.
Menurut USGS, penduduk di wilayah ini umumnya tinggal di bangunan yang rentan terhadap guncangan gempa.
Otoritas Tiongkok telah mengaktifkan respons darurat Tingkat II, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita pemerintah, Xinhua.
Respons darurat Tingkat II diberlakukan ketika terjadi bencana gempa bumi serius atau gempa dengan magnitudo 6,5 hingga di bawah 7,0, di wilayah yang dianggap penting.
Pada Agustus lalu, wilayah Tibet sempat dilanda banjir bandang dahsyat yang dipicu oleh longsoran es dan batu dari Gunung Langtang Lirung di Nepal.
Hampir 1.500 orang tewas di kedua sisi perbatasan, sementara ribuan lainnya masih dinyatakan hilang.
Di wilayah Tiongkok, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 43 orang, dengan 519 orang lainnya hilang, termasuk 261 warga negara asing yang berada di Tibet.





Komentar (0)