Penyeberangan di Pelabuhan Merak Tetap Normal Usai KMP Batumandi Tenggelam, Oil Boom Dipasang

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak tetap berjalan normal pascatenggelamnya KMP Batumandi. 

Pengaturan alur pelayaran dan pemantauan aktivitas kapal terus dilakukan untuk menjaga keselamatan pelayaran serta kelancaran akses keluar-masuk kapal di pelabuhan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten melakukan pengaturan alur pelayaran agar pergerakan kapal tetap lancar dan tidak mengganggu operasional pelabuhan.

BACA JUGA:Kemenhub Kawal Klaim Asuransi Penumpang KMP Batumandi, Ini Prosesnya

“Saat ini, aktivitas pelayaran di alur tersebut berlangsung seperti biasa dan seluruh dermaga beroperasi sebagaimana mestinya. Vessel Traffic Service (VTS) Merak juga terus memantau aktivitas pelayaran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan,Jumat, 23 Oktober 2026.

Penanganan Potensi Pencemaran Minyak

Selain memastikan kelancaran operasional pelabuhan, KSOP Kelas I Banten berkoordinasi dengan Pertamina, VTS Merak, dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas I Tanjung Priok untuk mengantisipasi potensi pencemaran minyak di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, khususnya di perairan alur masuk Pelabuhan Merak.

“Sebagai langkah antisipasi, pemasangan oil boom dilakukan untuk menahan penyebaran minyak dan meminimalkan risiko pencemaran di area tersebut. Kegiatan ini melibatkan TB Rijaluta, RIB Cilegon, dan RIB Plaju,” kata Lollan.

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Rp1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening

KSOP Kelas I Banten bersama VTS Merak juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan guna memastikan pergerakan kapal berlangsung dengan aman. 

Upaya ini dilakukan agar keselamatan pelayaran tetap terjaga dan pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Rencana Operasi Salvage

Lebih lanjut Lollan menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempersiapkan proses pengangkatan KMP Batumandi melalui operasi salvage.

“Saat ini, pembahasan lebih lanjut tengah dilakukan terkait rencana pelaksanaan operasi salvage, termasuk penunjukan perusahaan penyedia jasa salvage (salvor). Persiapan tersebut dilakukan agar proses pengangkatan kapal dapat segera dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian,” jelasnya.

BACA JUGA:Makin Seru! Pilih, Menang, Hepi! Kebut Hadiah BombasTri Hadir Kembali Rayakan Loyalitas Pelanggan

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
POLEMIK KABUT ASAP! Politisi Malaysia Syed dan Eks Mendag Lutfi Saling Menanggapi
• 23 jam lalu
0
thumb
BSSN Beri Peringatan soal PHP2SHELL, Server Berisiko Diambil Alih Hacker
• 11 jam lalu
0
thumb
Kunjungi Pulau Miangas, Jenderal Maruli Petakan Kebutuhan Pembangunan Perbatasan
• 39 menit lalu
0
thumb
Peringati Hari Santri, 1.240 Santri-ASN di Sleman Salat Istisqa Memohon Hujan
• 20 jam lalu
0
thumb
Jakarta Vision Bakal Dibawa ke PBB, Pram Sebut Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 410 T
• 24 menit lalu
0
Berhasil disimpan.