Alasan Pemerintah Gelontorkan Rp1,28 Triliun untuk Program 1 Orang 1 Rekening, 25 Juta Warga RI Bakal Kebagian

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah menyiapkan program Satu Orang Satu Rekening untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Program tersebut ditargetkan mendorong tingkat inklusi keuangan nasional hingga 99 persen, dari posisi 93,61 persen pada 2026.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyampaikan rencana tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Kamis (22/10/2026).

Baca Juga :
Airlangga sebut Tidak Ada Rencana Pemerintah Bagi Hp Gratis ke Masyarakat
Pemerintah Siapkan Rp1,28 Triliun untuk Buka Rekening 25 Juta Warga, Siapa Saja Sasarannya?

“Kami siapkan program satu orang satu rekening dan dengan program ini inklusivitas keuangan kita mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 menjadi 99 persen," ujar Airlangga, dikutip dari siaran pers, Jumat (23/10/2026).

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), tingkat inklusi keuangan Indonesia pada 2026 mencapai 93,61 persen. Melalui program baru ini, pemerintah berupaya memperluas jangkauan layanan keuangan formal, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki akses rekening perbankan.

Pemerintah merencanakan anggaran sebesar Rp1,28 triliun untuk pelaksanaan program tersebut, termasuk penyediaan setoran awal Rp50.000 untuk setiap rekening. Sasaran program mencakup 25 juta warga berusia 17 tahun ke atas yang masuk kelompok desil 1 hingga 4 atau kategori prasejahtera.

Airlangga mengatakan, persiapan data calon penerima program masih berlangsung dengan melibatkan dua bank milik negara. "Dan saat ini datanya sedang disiapkan oleh BRI dan Bank Syariah Indonesia," jelas dia.

Selain program Satu Orang Satu Rekening, pemerintah menjalankan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) untuk memperluas inklusi dan literasi keuangan sejak dini. Program tersebut telah diikuti 59,18 juta peserta dengan total dana tabungan mencapai Rp27 triliun.

Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit bagi sektor pertanian dan industri padat karya, serta program perumahan. Pelaksanaan berbagai program tersebut turut melibatkan TPAKD di daerah.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan penyaluran kredit mencapai Rp300 triliun pada 2026. Hingga 20 Oktober 2026, realisasi penyaluran kredit tercatat sebesar Rp257,84 triliun dengan jumlah penerima mencapai 4 juta debitur.

Upaya perluasan pembiayaan juga menyasar perempuan prasejahtera melalui penurunan suku bunga kredit. Airlangga menyebut Presiden Prabowo telah mengarahkan penyesuaian suku bunga bagi kelompok tersebut dari kisaran 18 hingga 25 persen menjadi 8 persen per tahun.

Baca Juga :
Airlangga Buka Suara Soal Kabar Pembagian HP Gratis untuk Masyarakat
Prabowo Panggil Airlangga, Suahasil Nazara hingga Gubernur BI ke Istana, Ada Apa?
Isu MSCI Menghantam IHSG, Ini Tanggapan Airlangga

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perampokan Toko Emas di Jember, Pemilik dan Anaknya Terluka | BERITA UTAMA
• 9 jam lalu
0
thumb
Barcelona Dipastikan Kehilangan Dani Olmo untuk Laga El Clasico usai Cedera Kontra PSG
• 20 jam lalu
0
thumb
Jadwal F1 GP Amerika Serikat 2026: Kimi Antonelli dan Mercedes Berpeluang Mengukir Sejarah Baru di Sirkuit COTA
• 17 menit lalu
0
thumb
Danantara Mulai Borong Saham, Tambah Investasi saat Bursa Tertekan Imbas MSCI
• 19 jam lalu
0
thumb
Jordan Wilson Mengagumi Megawati Sejak Lama, Kombinasi Keduanya Bakal Menyulitkan Altos
• 47 menit lalu
0
Berhasil disimpan.