KHR Azaim Ibrahimy: Hari Santri Nasional Pijakan Nilai dan Landasan Kebangsaan

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SITUBONDO, – Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KHR Ahmad Azaim Ibrahimy menegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini merupakan pijakan nilai dan landasan pemikiran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Artinya, Hari Santri Nasional adalah pandangan hidup, atau landasan pemikiran, pilar penopang atau dasar kaum santri untuk negeri,” kata Kiai Azaim di Situbondo, Jawa Timur, Kamis.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, itu menjelaskan bahwa Hari Santri perlu dimaknai sebagai pandangan hidup yang memperkuat keteraturan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Santri menggambarkan prinsip dasar yang menopang keteraturan dan peradaban bangsa Indonesia.

Tanggung Jawab Mempertahankan Kemerdekaan

Kiai Azaim menegaskan bahwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia merupakan amanah dan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pesantren yang menjadi bagian dari umat Islam di Indonesia.

“Ada poin mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia yang wajib dibela oleh seluruh lapisan bangsanya, termasuk insan pesantren dari kalangan umat Islam Indonesia yang mayoritas,” kata cucu Pahlawan Nasional KHR As'ad Syamsul Arifin itu.

Ia mengingatkan bahwa semangat perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan memiliki landasan sejarah yang kuat, salah satunya Resolusi Jihad yang dikeluarkan PBNU pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.

Resolusi tersebut merupakan hasil rapat besar wakil-wakil daerah Nahdlatul Ulama se-Jawa dan Madura pada 21–22 Oktober 1945. Dokumen bersejarah itu memuat seruan kepada pemerintah untuk mengambil tindakan tegas dalam mempertahankan kemerdekaan dan agama.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terungkap Alasan Inara Rusli Ajak Wardatina Mawa Berdamai, Singgung Masa Depan Anak-anak: Umur Gak Ada yang Tahu
• 23 jam lalu
0
thumb
Wamenag pastikan pondok pesantren menerima manfaat Program MBG
• 18 jam lalu
0
thumb
5 Zodiak yang Paling Lucu dan Humoris
• 3 jam lalu
0
thumb
Jadwal Syuting Padat, Montserrat Gizelle Punya Cara Simpel Mengusir Penat
• 10 jam lalu
0
thumb
Saksi Dumatno Sebut Jokowi Tempuh Pendidikan di SMA 6 Surakarta, dr. Tifa Sebut Sekolahnya Belum Berdiri
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.