Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) resmi menggelar pesta sastra internasional Jakarta International Literary Festival (JILF) 2026 yang mengusung tema Living Space atau Ruang Hidup. Perhelatan yang berlangsung pada 22-25 Oktober 2026 di Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, ini menegaskan esensi sastra di tengah kehidupan masyarakat modern.
"Kehadiran Anda semua mengingatkan kita bahwa sastra tidak hidup hanya di dalam buku. Sastra hidup ketika dibaca, dibicarakan, diperdebatkan, diperbukan, dan ketika kata-kata menemukan hubungan dengan pengalaman manusia," ujar Ketua DKJ Dewi Umaya Rahman di Graha Bakti Budaya TIM, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Oktober 2026.
Baca Juga :
Pemprov DKI Gandeng Industri Film AS Jadikan Jakarta Pusat Perfilman Asia TenggaraMelalui tema Living Space, Dewi menjelaskan bahwa JILF 2026 mengajak publik memaknai ruang kota tidak sekadar batas geografis atau arsitektur fisik semata.
"Ruang hidup adalah tempat manusia menjalani kesehariannya, tempat seorang tumbuh, bekerja, mencintai, mengingat, berjuang, dan membayangkan masa depan," kata Dewi.
Ia berharap gelaran ini dapat menjalin kolaborasi berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai perayaan sesaat. Namun, memperluas penyeragaran karya dan mendorong lebih banyak orang untuk terlibat dalam kehidupan sastra.
Dukungan penuh turut diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Ajang ini dinilai menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem kebudayaan menjelang peringatan lima abad Kota Jakarta pada 2027.
"Kami mengapresiasi JILF 2026 ini yang menghadirkan beragam program, mulai dari forum penulis nasional dan internasional, diskusi buku, pembacaan karya, pertunjukan seni, pasar buku, hingga kegiatan komunitas yang melibatkan masyarakat luas," ujar Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Retno Setiawati.
Jakarta International Literary Festival (JILF) 2026. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.
Retno menambahkan, rangkaian program JILF membuktikan bahwa karya sastra dapat membaur di tengah ruang publik serta mempertemukan lintas generasi. "Akhirnya dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohman, Jakarta International Literary Festival tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka," ucap Retno.
Festival yang diselenggarakan UP PKJ TIM bersama Komite Sastra DKJ ini menghadirkan 19 penulis Indonesia dan empat penulis mancanegara dalam program Authors' Forum. Selain itu, pengunjung dapat menikmati berbagai agenda lain seperti Pasar Kata (Community Showcase), Baca Kata (Reading Night), Pentas Kata (Performance), Pasar Buku (Bazaar), serta Program Kolaborasi.
Perhelatan JILF 2026 turut didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI, Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta TIM, 500 Tahun Jakarta, JakPro, dan Sekolah Cikal.





Komentar (0)