Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berharap vaksin tuberkulosis (TBC) M72 dapat mulai diproduksi pada 2029. Saat ini, vaksin tersebut masih menjalani uji klinis fase 3, termasuk di Indonesia.
"Vaksin yang kita sekarang sudah dekat adalah vaksin M72, yaitu GSK sama Gates Foundation yang melakukan. Diharapkan di tahun 2029 sudah bisa diproduksi,” kata Budi dalam konferensi pers dua tahun pemerintahan bidang kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (22/10).
Budi menjelaskan, vaksin M72 dikembangkan oleh perusahaan farmasi GSK (GlaxoSmithKline) bersama Gates Foundation. Indonesia menjadi salah satu lokasi pelaksanaan uji klinis untuk menilai keamanan dan efektivitas vaksin tersebut.
Pengembangan vaksin ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat penanganan TBC di Indonesia. Penyakit tersebut masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat dengan jumlah kasus dan kematian yang tinggi.
Budi menyebut, berdasarkan estimasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka kejadian TBC di Indonesia menunjukkan penurunan selama dua tahun berturut-turut. Estimasi kasus turun dari sekitar 1,09 juta menjadi 1,08 juta per 21 Oktober 2026.
Meski demikian, pemerintah masih perlu memperkuat upaya penemuan kasus dan pengobatan agar penularan TBC dapat ditekan.
Selain mengembangkan vaksin, pemerintah juga mendorong perbaikan durasi pengobatan TBC. Budi mengatakan, pengobatan yang sebelumnya dapat berlangsung hingga 12 bulan kini bisa dilakukan selama enam bulan, sementara sejumlah regimen memungkinkan pengobatan selama empat bulan.
"Dulu TB ini minum obatnya panjang sekali tuh. Bisa sampai lebih dari 1 tahun dia minum obat. Setiap hari. Nah sekarang turun dari 12 bulan, turun jadi 6 bulan, yang terakhir kita sudah bisa ada yang bisa 4 bulan. Jadi dengan demikian obat-obatan TB-nya makin lama makin mudah diterima oleh masyarakat," jelas Budi.
Kandidat pengobatan lain juga tengah dikembangkan. Budi menyebut terdapat penelitian untuk regimen yang lebih singkat, termasuk pengobatan selama satu bulan serta obat berbentuk suntikan jangka panjang. Namun, kandidat-kandidat tersebut masih berada dalam tahap uji klinis.
"Sudah menemukan beberapa kandidat obat yang minumnya 1 bulan saja, instead of 4 bulan atau 6 bulan, dan dikasih sekali suntik," kata dia.
Budi menegaskan, penguatan pencegahan melalui vaksinasi, penemuan kasus secara aktif, dan pengobatan yang lebih efektif diperlukan untuk menekan beban TBC di Indonesia.






Komentar (0)