Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyebut persoalan lapangan kerja masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Permasalahannya ada isu lapangan pekerjaan. Sebenarnya lapangan pekerjaan bertambah, tapi memang kita dihadapkan oleh sekarang perkembangan digitalisasi, AI, yang menyebabkan sekarang kalau investasi masuk ribuan triliun kalau zaman dulu akan membuka lapangan pekerjaan begitu banyak,” kata Andre dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Mengupas Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat, Ekonomi Kuat, hingga Kemandirian Nasional” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10).
Andre menilai, perubahan pola industri akibat perkembangan teknologi perlu diantisipasi agar pertumbuhan ekonomi tetap berdampak pada penciptaan lapangan kerja.
“Bagaimana pekerja-pekerja profesional banyak digantikan oleh AI. White collar kita, pekerja profesional banyak diganti AI. Lalu pekerja pabrik sekarang banyak diganti oleh otomatisasi, karena inilah perkembangan teknologi,” ujarnya.
Menurut Andre, pemerintah perlu mencari terobosan agar target pertumbuhan ekonomi tetap diikuti peningkatan kesempatan kerja. Ia menyebut hal tersebut sebagai salah satu tantangan yang harus dijawab pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Nah, ini memang PR pemerintah yang harus kita cari terobosan bagaimana lapangan pekerjaan ini, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sesuai target Presiden Prabowo nanti di akhir periode pertama beliau tembus 8 persen ini, tetap bisa berujung dengan pembukaan lapangan pekerjaan yang baru,” kata Andre.
Meski demikian, Andre mengeklaim lapangan kerja tetap bertambah. Ia mencontohkan sektor pariwisata yang menurutnya telah membuka hampir 25 juta lapangan pekerjaan dalam 10 tahun terakhir.
Guru Perlu Disiapkan Hadapi Era AIDalam kesempatan itu, anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera turut menyinggung tantangan AI dalam dunia pendidikan. Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan iklim akan membuat generasi muda menghadapi tantangan yang semakin berat.
Karena itu, Mardani menilai peningkatan kapasitas guru menjadi hal penting untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi perubahan tersebut.
“Di era AI anak didik kita itu menghadapi turbulensi, menghadapi kondisi yang jauh lebih berat. Ada climate change, ada AI, ada kondisi unipolarisme,” ujar Mardani.
Ia meminta pemerintah memberi perhatian lebih pada kesejahteraan tenaga pendidik. Menurutnya, pembenahan sarana dan prasarana sekolah perlu diimbangi peningkatan kesejahteraan guru agar kualitas pendidikan dapat terus meningkat.
“Guru harus meningkatkan kapasitasnya untuk bisa menyiapkan generasi yang lebih baik,” katanya.
Pengurangan Pengangguran dari Pertumbuhan EkonomiSementara Anggota DPR RI Fraksi PKB Oleh Soleh menilai pemerintahan Prabowo-Gibran secara makro telah berada di jalur yang tepat.
Menurut Oleh, pemerintah tetap perlu mengevaluasi pelaksanaan kebijakan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata.
“Ekonomi kita tumbuh, bukan menurun. Kemiskinan berkurang, pengangguran juga berkurang,” kata Oleh.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan, termasuk bagi pesantren dan lembaga pendidikan nonformal. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia perlu dimulai sejak usia dini untuk membentuk karakter generasi mendatang.






Komentar (0)