Kejagung Tetapkan Dua Korporasi Tersangka, Bukti Asta Cita Prabowo Berjalan

okezone.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Kuntadi menegaskan, penanganan perkara tindak pidana korupsi yang berorientasi hasil, butuh pendekatan komprehensif mengingat saat ini kejahatan korupsi terus berkembang.

“Tindak pidana korupsi semakin masif, modus operandinya semakin canggih, kerugiannya semakin besar, polanya semakin rumit. Nah ini tentunya tidak bisa kita selesaikan secara parsial,” kata Kuntadi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kejagung saat ini kata dia sedang fokus pada sektor-sektor strategis yang memiliki dampak sistemik seperti sektor sumber daya alam, kehutanan, lingkungan hidup, dan sejenisnya.

Baca Juga :
Kejagung Didorong Usut Dugaan Korupsi Dadan Cs hingga Tuntas

“Korupsi tidak boleh menganggu program prioritas Presiden, apalagi sampai membelokkan niat tulus Bapak Presiden untuk memajukan negeri ini,” ujarnya.

Hibnu menilai, kepemimpinan Jampidsus Kuntadi cukup baik karena ini terjemahan visi misi Presiden Prabowo dalam Asta Cita Pemberantasan Korupsi.

Baca Juga :
Kejagung Usut Dadan Cs Dinilai Perlu Terapkan Metode Follow the Money

Selain itu, pemberantasan korupsi yang dilakukan Kejagung ini dalam rangka untuk mengembalikan aset negara dan mengganti kerugian negara yang ditimbulkan oleh kasus korupsi.

"Saya kira ini mendapat dukungan yang luar biasa. Sehingga Kejaksaan tidak mencari orang (tersangka) tapi bagaimana aset-aset negara, aset-aset korporasi kembali kepada negara untuk kepentingan rakyat," ujar Hibnu, Kamis (22/10/2026).

Menurut Hibnu, tim penyidik Jampidsus telah menerapkan pendekatan ilmiah dalam mencari dan mengungkap kebenaran materiil pada dua kasus itu sehingga prosesnya objektif, transparan, dan akuntabel.

Baca Juga :
Uang Sitaan Korupsi Kejagung untuk Bonus Timnas? Pengamat: Langkah Positif

Pendekatan yang dimaksud antara lain pemeriksaan sejumlah saksi, penyitaan dan pemeriksaan sejumlah dokumen dan barang bukti lain, analisis transaksi keuangan termasuk penghitungan kerugian negara, serta keterangan ahli.

"Konstruksi yang dibangun juga meyakinkan ya meskipun kita tahu bahwa pembuktian pidana korporasi itu cukup rumit," jelasnya.

 

Baca Juga :
Kejagung Usut TPPU Febrie Adriansyah Bakal Jadi Ujian Keseriusannya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Barcelona tanpa Dani Olmo di El Clasico karena cedera
• 18 jam lalu
0
thumb
Modus DSSA, BREN, CUAN di Kasus Manipulasi Saham
• 13 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming Persik Vs PSS Sleman: Adu Statistik, Macan Putih Lebih Solid?
• 12 jam lalu
0
thumb
Komnas HAM Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM terkait Karhutla
• 18 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Bansos Akhir 2026: Bantuan Beras, BSU, hingga Diskon Nataru
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.