Ruben Onsu Minta Komnas Anak Perhatikan Kasus yang Lebih Memprihatinkan

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Ruben Onsu kembali menjadi sorotan setelah membagikan sederet kasus anak yang memprihatinkan dan meminta Komnas Anak memberikan perhatian lebih. Di tengah Polemik Hak Asuh yang masih bergulir, Ruben berharap laporan terkait perlindungan anak yang membahayakan bisa segera ditangani tanpa harus menunggu kasus tersebut viral.

Melalui unggahan di Instagram, Ruben Onsu menyoroti berbagai persoalan yang dialami anak-anak di Indonesia, mulai dari perundungan atau bullying, kekerasan, hingga perjuangan anak untuk membantu keluarganya.

Ayah tiga anak tersebut juga menyampaikan pesan kepada Komnas Anak agar lebih sigap memberikan perlindungan kepada anak-anak yang membutuhkan bantuan.

Ruben Onsu Bagikan Sederet Kasus Anak Memprihatinkan

Dalam unggahannya, Ruben membagikan tujuh pemberitaan mengenai kasus anak yang menyita perhatian. Salah satunya adalah kasus anak berusia 3 tahun di Karawang yang menjadi korban perundungan oleh temannya hingga mengalami kekerasan serius.

Kasus lainnya menyoroti Nia, seorang anak yatim yang dihina dan dicibir oleh teman-teman sekolahnya, meski harus berjuang demi membantu ibunya yang sedang sakit.

Ruben juga membagikan pemberitaan mengenai bayi berusia 8 bulan di Sumatera Utara yang meninggal dunia setelah diduga mengalami pelecehan oleh ayahnya. Dalam pemberitaan tersebut, sang ibu disebut menemukan darah di popok bayinya.

Selain itu, ada kisah Shinta, anak berusia 10 tahun yang disebut kerap menangis sepulang sekolah karena mengalami perundungan dari teman sekelasnya akibat kondisi ekonomi keluarganya. Saat mengadukan persoalan tersebut kepada pihak sekolah, ia justru dikabarkan mengalami intimidasi.


Unggahan Ruben Onsu. (Sumber: Instagram @ruben_onsu)

Ruben turut menyoroti kisah siswi SMP di Batam yang berujung tragis setelah sebuah prank ulang tahun, serta kisah seorang ayah yang menangisi anaknya yang merupakan penyandang disabilitas dan menjadi korban perundungan.

Tak hanya kasus kekerasan, Ruben membagikan kisah Fatimah yang putus sekolah sejak kelas 2 SD demi membantu adiknya. Ia rela bekerja keras dengan berjualan pakis agar sang adik, Aisyah, bisa meraih cita-citanya.

Deretan kisah tersebut memperlihatkan beragam persoalan yang dihadapi anak-anak, mulai dari kekerasan dan perundungan hingga keterbatasan ekonomi yang memengaruhi pendidikan mereka.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bos ITSEC: AI Bikin Serangan Siber yang Dulu Butuh Tahunan, Kini Hitungan Hari
• 8 jam lalu
0
thumb
Rekomendasi DEN Soal Korupsi: Aturan Business Judgement Rule hingga Omnibus Law
• 9 jam lalu
0
thumb
Nelayan dan Warga Bantu Evakuasi KMP Batumandi, ASDP Sampaikan Apresiasi
• 9 jam lalu
0
thumb
China kian diminati turis asing, kedatangan bebas visa meningkat
• 19 jam lalu
0
thumb
Cerita Miss World 2026 Joheirry Mola Hadir di Grand Final 20th Miss Indonesia 2026
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.