jpnn.com, DEPOK - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meluncurkan program kewirausahaan khusus untuk kelompok masyarakat lanjut usia atau lansia.
Melalui program bernama PNM Lansiapreneur, perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKMK) itu mendorong para lansia terus produktif.
BACA JUGA: Dorong Nasabah Mekaar Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi, PNM Raih ESG NOW Awards 2026
Peluncuran PNM Lansiapreneur dilakukan di Panti Werdha Muslim Rumah Oma di Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, pada (22/10/2026).
Lansiapreneur sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) itu memfasilitasi para lansia di panti wreda tersebut membudidayakan ayam petelur dan ikan nila.
BACA JUGA: Perluas Penjaminan Kredit di Ekosistem Perbankan Digital, Jamkrindo Gandeng Hibank
Direktur Utama PNM Kindaris menyatakan program yang diluncurkan di panti wreda itu merupakan sebuah terobosan.
“Sebenarnya ini program TJSL, tetapi bentuknya baru. Kami coba masuk ke panti wreda untuk bisa membantu oma dan opa,” ucap Kindaris dalam sambutannya saat meluncurkan Lansiapreneur.
BACA JUGA: BSI International Expo 2026: Hadirkan 426 Tenant, Saatnya Brand Lokal Mendunia
Terdapat 36 ekor ayam petelur yang dibudidayakan dalam program itu. Adapun ikan nila dikembangkan dalam tiga kolam bioflok.
Kindaris menuturkan PT PNM memilih usaha jenis itu dengan pertimbangan bahwa para lansia senang berinteraksi dengan makhluk hidup melalui kegiatan pemeliharaan ayam dan ikan.
“Mereka senang kalau dengan makhluk hidup, kan, ada interaksi,” tuturnya.
Selain itu, Kindaris meyakini budi daya ayam petelur dan ikan memiliki potensi ekonomi. Oleh karena itu, PT PNM mengemas usaha peternakan itu melalui Lansiapreneur.
“Harapannya, warga negara Indonesia yang di atas 65 tahun masih bisa berkreasi, kreatif untuk bisa berusaha menghidupi dirinya, karena hasil dari telur, dari ikan, kan, bisa dijual," imbuhnya.
Namun, PNM tidak berhenti pada memfasilitasi para lansia. Selanjutnya, perusahaan penyedia pinjaman ultramikro itu juga akan melakukan pendampingan pada pelaksanaan Lansiapreneur.
“Setiap saat akan kami dampingi. Kami juga monitor melalui jaringan-jaringan kami,” tuturnya.
Kindaris menambahkan Lansiapreneur di panti wreda itu masih menjadi program percontohan. Oleh karena itu, PT PNM akan melihat perkembangan dan respons penerima manfaatnya sebelum mengembangkannya ke daerah lain.
“Ini baru piloting saja dan kami lihat responsnya. Kalau ternyata responsnya alhamdulillah positif, tentunya, kami akan kembangkan lagi," katanya.
Program itu pun mendapat respons positif. Salah satu penghuni Panti Werdha Muslim Rumah Oma bernama Wati mengaku sangat senang karena memiliki aktifitas baru lewat Lansiapreneur.
“Senang sekali. Kami bisa setiap hari kasih makan, jadi, ada kesibukan, ada hiburan baru,” ucapnya.
Senada dengan Wati, lansia bernama Yusril menyebut program dari PNM tersebut sangat positif. Pria berambut putih itu mengaku antusias untuk bisa menambah keterampilan melalui Lansiapreneur.
“Kami ada kegiatan, bisa menambah keterampilan. Jadi, pagi hari kami mengambil telur, memberi obat untuk ayam, memberi makan ikan,” tuturnya.(mcr19/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Yessy Artada, Lutviatul Fauziah, Lutviatul Fauziah





Komentar (0)