Daftar Negara Paling Kering di Dunia, Curah Hujan Cuma 6 mm Setahun

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak semua negara mendapat curah hujan yang cukup untuk menopang kehidupan. Di sejumlah wilayah dunia, hujan begitu langka hingga total curah hujan dalam setahun hanya mencapai puluhan milimeter.

Data Our World in Data (OWID) menunjukkan Mesir mencatat curah hujan tahunan hanya 6 milimeter (mm) pada 2025, terendah di antara negara-negara dalam daftar ini.

Sebagai gambaran, curah hujan 1 mm setara dengan 1 liter air yang terkumpul di permukaan datar seluas 1 meter persegi. Artinya, curah hujan 6 mm setara dengan hanya 6 liter air per meter persegi sepanjang tahun.

Mesir mencatat penurunan curah hujan dari 11 mm pada 1940 menjadi 6 mm pada 2025. Kondisi ini berkaitan dengan letaknya di kawasan Afrika Utara yang didominasi Gurun Sahara dan iklim gurun yang sangat kering.

Sebagian besar wilayah Mesir menerima hujan sangat sedikit, sementara kehidupan dan aktivitas ekonomi banyak terkonsentrasi di sepanjang Sungai Nil serta wilayah pesisir utara. Sungai Nil menjadi sumber air penting bagi negara tersebut di tengah terbatasnya hujan lokal.

Baca: Krisis Listrik India Makin Parah, Harga Batu Bara Malah Adem Ayem

Namun, tren curah hujan di negara-negara kering tidak bergerak seragam. Qatar mencatat kenaikan dari 24 mm pada 1940 menjadi 59 mm pada 2025. Bahrain juga meningkat dari 22 mm menjadi 43 mm, sementara Niger naik dari 29 mm menjadi 71 mm.

Sebaliknya, Oman mengalami penurunan curah hujan dari 39 mm menjadi 27 mm, sedangkan Arab Saudi turun dari 57 mm menjadi 51 mm. Perubahan tersebut menunjukkan perbedaan tren curah hujan antarnegara, tetapi perbandingan dua titik waktu saja belum cukup untuk memastikan adanya perubahan iklim jangka panjang.

Curah hujan tahunan dapat berfluktuasi akibat kondisi geografis dan variasi pola atmosfer, atau sistem pergerakan udara, persebaran suhu, dan variasi tekanan yang membentuk cuaca dan iklim di Bumi secara terstruktur.

Baca: Yield Surat Utang Pemerintah Naik Tajam, Siapa Menanggung Dampaknya?

Di kawasan subtropis, sistem tekanan udara tinggi dapat mendorong udara turun, menghambat pembentukan awan hujan, dan mempertahankan kondisi kering. Dominasi gurun di Afrika Utara dan Semenanjung Arab turut memperkuat karakter iklim tersebut.

Meski demikian, kondisi tiap negara tidak sepenuhnya sama. Arab Saudi, misalnya, memiliki wilayah barat daya yang menerima hujan lebih tinggi dibandingkan sebagian besar wilayahnya. Hal ini memperlihatkan bahwa rata-rata nasional dapat menyembunyikan perbedaan iklim yang cukup besar di dalam satu negara.

Sebagai perbandingan, curah hujan tahunan Indonesia meningkat dari 2.193 mm pada 1940 menjadi 3.662 mm pada 2025 dalam data OWID, jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara dalam daftar, sejalan dengan iklim tropis dan pasokan uap air dari wilayah laut di sekitarnya.

 

(mae/mae)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lantik DPP Petani NasDem, Paloh Ingatkan Penyelarasan Asta Cita Prabowo
• 30 menit lalu
0
thumb
Pramono Harap Jakarta Makin Berprestasi Jelang Usia 500 Tahun
• 19 jam lalu
0
thumb
Asap Pekat Karhutla di Banjarbaru Parah, Jarak Pandang Pengendara Terbatas | KOMPAS PAGI
• 9 jam lalu
0
thumb
Penegakan Hukum Era Presiden Prabowo Di Jalur Yang Tepat
• 11 jam lalu
0
thumb
HOAX! Waspada Situs Palsu Catut detikcom dan Chairul Tanjung
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.