- 1. Makan sedikit dan perlahan
- 2. Hindari makanan tertentu
- 3. Hindari minuman bersoda
- 4. Hindari begadang setelah makan
- 5. Jangan bergerak terlalu cepat
- 6. Tidur miring
- 7. Turunkan berat badan jika disarankan
- 8. Berhentilah merokok
- 9. Periksa obat Anda
Jakarta, CNBC Indonesia - Gangguan asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) sering kali datang tiba-tiba dan mengganggu aktivitas harian. Saat gejalanya kambuh, penderita kerap merasakan nyeri di ulu hati, sensasi panas di dada (heartburn), hingga mual dan muntah.
Kondisi ini umumnya dipicu oleh pola makan yang kurang tepat, tingkat stres tinggi, serta kebiasaan buruk seperti merokok.
Ahli gastroenterologi dan profesor kedokteran di Harvard Medical School Dr. Jacqueline Wolf merekomendasi 9 cara untuk mengobati asam lambung tanpa obat, berikut caranya:
1. Makan sedikit dan perlahanPada saat perut dalam kondisi penuh, maka rentan terjadi kenaikan asam lambung hingga ke kerongkongan. Untuk itu, Anda bisa meredanya dengan makan dengan porsi yang lebih sedikit lebih sering daripada makan dalam jumlah besar sebanyak tiga kali setiap harinya.
2. Hindari makanan tertentuApabila Anda memiliki resiko asam lambung, anda disarankan untuk tidak mengonsumsi beberapa makanan yang dapat memicu hal tersebut. Adapun beberapa makanan yang memicu refluks, yakni makanan jenis mint, makanan berlemak, makanan pedas, tomat, bawang merah, bawang putih, kopi, teh, coklat, dan alkohol.
3. Hindari minuman bersodaMinuman bersoda membuat Anda menjadi bersendawa karena gas yang dimilikinya. Hal itu dapat membantu mengirimkan asam ke kerongkongan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda minum air biasa saja daripada meminum minuman bersoda.
4. Hindari begadang setelah makanAnda disarankan untuk tidur tiga jam setelah makan. Itu artinya, anda tidak boleh tidur siang setelah makan siang, dan tidak boleh makan malam atau ngemil tengah malam karena dapat memicu anda mengantuk dan langsung tertidur.
5. Jangan bergerak terlalu cepatSetelah makan, anda disarankan untuk tidak melakukan olahraga berat. Kalau hanya sekadar jalan-jalan, itu masih diperbolehkan, namun tidak untuk aktivitas yang terlalu berat. Apalagi, aktivitas yang mengharuskan anda membungkuk, itu perlu dihindari. Karena membungkuk dapat mengirimkan asam ke kerongkongan Anda.
6. Tidur miringSecara ideal, posisi kepala Anda harus 6 hingga 8 inci lebih tinggi dari kaki Anda. Kondisi ini dapat dilakukan dengan menyediakan penyangga "ekstra tinggi" pada bagian tempat tidur yang menopang kepala Anda. Dr.Wolf tidak menyarankan untuk membuat ganjalan dengan menumpuk bantal karena menurutnya itu tidak akan membantu kondisi yang Anda butuhkan.
7. Turunkan berat badan jika disarankanTubuh yang memiliki berat badan berlebihan berpotensi menyebarkan struktur otot yang menopang sfingter esofagus bagian bawah yang dapat mengurangi tekanan yang menahan sfingter agar tetap tertutup. Kondisi ini dapat menyebabkan asam lambung naik dan mulas. Untuk itu, apabila Anda disarankan untuk menurunkan berat badan, itu adalah pilihan yang dapat Anda coba.
8. Berhentilah merokokNikotin yang terdapat dalam rokok dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah. Hal itu seperti penjelasan di atas dapat membuat proses pencernaan bermasalah.
9. Periksa obat AndaApabila Anda sedang mengonsumsi obat, coba periksa beberapa obat, termasuk postmenopausal estrogen, antidepresan trisiklik, dan obat penghilang rasa sakit anti inflamasi yang dapat mengendurkan sfingter. Kemudian yang lainnya, terutama bifosfonat seperti alendronate (Fosamax), ibandronate (Boniva), atau risedronate (Actonel), yang digunakan untuk meningkatkan kepadatan tulang dapat mengiritasi kerongkongan.
Itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mereda asam lambung selain menggunakan obat. Namun, apabila cara-cara tersebut tidak bekerja dengan baik atau Anda mengalami kondisi yang lebih parah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
(hsy/hsy)





Komentar (0)