Pantau - Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) menjajaki kerja sama untuk mempercepat penurunan angka stunting, memperbaiki gizi anak, dan memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan antara perwakilan UNICEF Indonesia dan pimpinan Undana di Kupang, Kamis (22/10/2026).
Kepala Bidang Gizi UNICEF Indonesia Mamadou Ndiaye mengatakan kerja sama itu diarahkan untuk memanfaatkan kapasitas akademik perguruan tinggi dalam mendukung penanganan masalah gizi masyarakat.
“Undana memiliki sumber daya akademik dan beragam keahlian yang dapat disinergikan untuk mempercepat penanganan masalah gizi,” kata Ndiaye.
UNICEF dan Undana Bahas Pembentukan Pusat Keunggulan Pangan dan GiziPertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana membahas gagasan pembentukan Center of Excellence atau pusat keunggulan bidang pangan dan gizi.
Pusat tersebut direncanakan berfokus pada pengembangan solusi untuk wilayah kepulauan dan lahan kering di Indonesia Timur.
Melalui pusat keunggulan itu, UNICEF dan Undana berharap dapat memperkuat kolaborasi penelitian, penyusunan kebijakan, serta pendampingan masyarakat.
Pengembangan program juga akan diarahkan pada pemanfaatan potensi pangan lokal untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Ndiaye menilai keterlibatan perguruan tinggi penting untuk mendukung program pemerintah dalam menangani persoalan gizi anak, khususnya di NTT.
Angka Stunting NTT pada 2025 Tercatat 20,2 PersenBerdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTT, prevalensi stunting pada 2025 mencapai 20,2 persen.
Angka tersebut setara dengan 65.336 balita dari total 324.011 balita yang menjalani pengukuran di pos pelayanan terpadu (Posyandu).
Data itu menjadi salah satu gambaran tantangan pemenuhan gizi anak yang masih dihadapi NTT.
Wakil Rektor IV Undana Prof Philiphi de Rozari mengatakan karakteristik NTT sebagai wilayah semikering dengan curah hujan terbatas membutuhkan pendekatan khusus dalam pengembangan pangan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi diperlukan untuk mengoptimalkan produksi pangan sekaligus meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.
Philiphi menilai penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pelayanan kesehatan karena turut berkaitan dengan ketersediaan pangan bergizi dan kemampuan ekonomi keluarga.
Undana Dorong Pemanfaatan Sorgum, Jagung, Kelor, dan Pangan LokalUndana menawarkan pengembangan berbagai komoditas pangan lokal sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi masyarakat.
Komoditas yang dinilai memiliki potensi antara lain sorgum, jagung, kacang hijau, dan sapi NTT.
Selain itu, sejumlah produk olahan pangan lokal dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai gizi dan ekonomi.
Produk tersebut meliputi jagung bose, puding kelor, susu sapi, rumput laut, dendeng, serta alpukat mentega dari Soe.
Philiphi mengatakan hasil penelitian Undana dapat diarahkan untuk mendukung program pemerintah, termasuk kegiatan Badan Gizi Nasional dan program Makan Bergizi Gratis.
Pengembangan komoditas lokal diharapkan dapat memperkuat pasokan bahan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Sektor Perikanan Dikembangkan untuk Memperluas Akses Protein HewaniSelain pertanian dan peternakan, Undana menawarkan pengembangan sektor perikanan dan budi daya untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber protein hewani.
Komoditas yang menjadi perhatian mencakup ikan air tawar, udang vaname, ikan kerapu, kakap, dan lobster.
Pengembangan rumput laut serta teripang juga masuk dalam pembahasan pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
Menurut Philiphi, pemberdayaan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan.
Pemberdayaan tersebut dapat dilakukan melalui penerapan teknologi produksi dan sistem budi daya berkelanjutan.
UNICEF dan Undana Akan Susun Program Kerja Sama Lebih TerukurPenjajakan kerja sama itu turut dihadiri Prof Doppy Roy Nendissa, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana Yefri C. Adoe, serta Subkoordinator Kerja Sama Heppy Y. Haning.
Kedua pihak berkomitmen menindaklanjuti pertemuan dengan menyusun program kerja sama yang lebih spesifik dan terukur.
Rencana tersebut diarahkan untuk mendukung perbaikan gizi anak, pengembangan pangan lokal, dan penguatan ketahanan pangan masyarakat NTT.
Melalui kolaborasi penelitian dan pendampingan masyarakat, UNICEF dan Undana berharap upaya penurunan stunting dapat berjalan seiring dengan peningkatan kemandirian pangan daerah.





Komentar (0)