Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah ke Level 18.039 per USD

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Melansir Bloomberg, mata uang Garuda turun 17 persen atau 0,09 persen ke Rp18.039 per USD.

Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah ke Level 18.039 per USD. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan awal Kamis (22/10/2026). Melansir Bloomberg, mata uang Garuda turun 17 persen atau 0,09 persen ke Rp18.039 per USD.

Pelemahan dolar AS terhenti sementara pada Kamis seiring investor mulai bersikap hati-hati menjelang serangkaian pertemuan bank sentral pada pekan depan. Bank sentral Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Eropa diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan, tetapi dengan nada kebijakan yang cenderung hawkish atau ketat.

Baca Juga:
Geopolitik dan Kebijakan AS Tekan Rupiah, BI Optimalkan Instrumen Moneter

Pelaku pasar valuta asing masih cenderung mengambil posisi beli dolar AS dengan asumsi bahwa ledakan industri kecerdasan buatan (AI) akan menjaga perekonomian AS tetap kuat dan pertumbuhan yang solid mendukung suku bunga bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama.

Penguatan terbaru pound sterling serta mata uang Kanada, Australia, dan Selandia Baru, yang belakangan menyentuh level tertinggi terhadap dolar AS dalam beberapa pekan, mengindikasikan bahwa posisi beli dolar mulai sedikit dikurangi. Meski demikian, pergerakan pada Kamis relatif terbatas.

Baca Juga:
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Kembali ke Level Rp18 Ribu per USD

Pound sterling, yang sempat mencapai level tertinggi dalam satu bulan di USD1,3409 pada awal pekan ini, mendapat dukungan dari inflasi Inggris yang lebih tinggi dari perkiraan dan bertahan di USD1,33955.

Baca Juga:
BI Andalkan Insentif Hedging Jaga Rupiah, Modal Asing Masuk USD9,9 Miliar

Dolar Australia, yang mencapai level tertinggi dalam tiga pekan pada Rabu, bertahan di atas USD0,70 pada USD0,7025. Sementara itu, ekspektasi kenaikan suku bunga di Selandia Baru pada pekan depan mendorong dolar Selandia Baru atau kiwi ke level tertinggi dalam satu bulan di USD0,5709.

Euro dan yen bergerak dalam rentang yang terbatas. Ancaman intervensi serta prospek kenaikan suku bunga menahan pergerakan yen di kisaran 158 per dolar AS.

Sementara itu, Federal Reserve (The Fed) diperkirakan mempertahankan suku bunga pada Oktober di kisaran 3,75–4 persen, tetapi kembali menaikkannya pada Desember.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Ungkap Bharada Andika Akui Perbuatan Usai Tembak Bharatu Valdo
• 22 jam lalu
0
thumb
Igor Tolic Bedah Potensi Kekuatan Lawan Jelang Duel Persib Kontra Madura United
• 22 jam lalu
0
thumb
Pemprov Beberkan Program yang Bikin Angka Kemiskinan Jakarta Turun di Bawah 4%
• 5 jam lalu
0
thumb
Jadwal Pertandingan Super League 2026-2027 Hari Ini: Persib Bandung Tantang Madura United
• 6 jam lalu
0
thumb
Pemkot Surabaya Akan Benahi Sistem dan Perbaiki Puskesmas pada 2027
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.